Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Obat (EPO) Antibiotik Pasien Rawat Inap Di RS X Samiun, Asriyani; Aulia, Luthfy Asq; Setiawan, Ryan Arif; Abdullah, Sri Wahyuni
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6227

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik disebut juga sebagai obat yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Konsekuensi yang tidak terhindari dari meluasnya penggunaan antibiotik yaitu munculnya resistensi terhadap antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat kebanyakan terjadi di Negara berkembang. Untuk itu diperlukan evaluasi penggunaan obat dengan metode ATC/DDD untuk memilih penggunaan antibiotik yang tepat agar tidak terjadi resistensi mikroba dikemudian hari dan dengan metode Gyssens. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data secara retrospektif dengan melalui penelusuran informasi data rekam medik pasien rawat inap RS X selama periode Maret 2022. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa terdapat 19 jenis antibiotik yang digunakan pasien rawat inap dengan total nilai DDD/100 patient-days sebesar 113,63. Antibiotik dengan nilai DDD/100 patient-days terbesar adalah Ceftriaxone yaitu sebesar 47,18 dan nilai yang terkecil adalah Cefoperazone Sulbactam yaitu sebesar 0,02. Pola konsumsi antibiotik yang terbanyak adalah golongan Sefalosporin, sedangkan pola konsumsi antibiotik yang paling sedikit adalah golongan Lincosamide. Evaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif berdasarkan metode Gyssens terbagi dalam IV-0 kategori. Diperoleh terdapat 228 peresepan antibiotik yang tergolong kategori 0 (peresepan antibiotik tepat).
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR DAYAPADA SISTEM ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) PANEL MENGGUNAKAN APLIKASI BLYNK Priyono, Tri Ongko; Setiawan, Ryan Arif
JURNAL ELEKTRO Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Elektro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jetro.v12i1.437

Abstract

Abstrak - Semua pekerjaan dan kebutuhan manusia sangat bergantung dengan keberadaan energi listrik terutama pada kebutuhan komersial, dan rumah tangga. Kelalaian manuasia dalam penggunaan energi listrik akan berdampak pada terjadinya pemborosan energi yang juga berdampak pada peningkatan biaya pemakaian konsumsi energi listirk. Oleh karena itu, perlunya suatu alat yang dapat melacak dan membatasi arus penggunaan listrik saat pengguna listrik tidak berada di rumah. Pastinya, untuk membuat alat ini, Anda akan membutuhkan sensor arus, sensor tegangan, dan relay NodeMCU ESP 8266, dan Aplikasi Blynk. Sensor tegangan dan arus menggunakan PZEM 004T yang berfungsi membaca nilai tegangan dan sensor arus, relay berfungsi untuk memindahkan sumber utama PLN ke sumber alternatif yang berupa UPS, kemudian penulis mengatur pada program dengan membatasi arus yang bisa dimonitor sebesar 5A dan jika melebihi batas arus tersebut alat monitoring ini akan error untuk pembacaan nilai arur tersebut, Node MCU ESP8266 berfungsi mengolah data yang dibaca dari sensor tegangan dan arus. Ini juga berfungsi sebagai modul WIFI, yang mengirimkan data ke server Blynk sehingga dengan jaringan internet dapat melihatnya. Hasil pengujian yang dilakukan selama 10 menit menunjukkan bahwa sensor PZEM 004T menghasilkan perbandingan 0,36% untuk pembacaan nilai tegangan dan 0,22% untuk pembacaan nilai arus. Perbandingan ini dihasilkan oleh kipas angin, setrika, charger laptop, dispenser, dan televisi