Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROFIL PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KEBIASAAN MEROKOK DI RSUD LANDAK KALIMANTAN BARAT Angi, Maria Agnesi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6708

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini pada masyarkat di dunia. Data Kemenkes RI 2019 Kalimantan Barat menempati urutan kelima penderita hipertensi sebanyak 36,99%. Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah gaya hidup seperti merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat hipertensi pada pasien hipertensi dengan kebiasaan merokok di RSUD Landak Kalimantan Barat. Kejadian hipertensi menempati urutan ketujuh dari sepuluh besar angka kesakitan pasien di RSUD Landak Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling dari pasien hipertensi yang memiliki perilaku merokok. Data tekanan darah, golongan antihipertensi dan kebiasaan merokok dikumpulkan menggunakan rekam medis dan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel yang mengikuti penelitian sebanyak 31 pasien memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan data diolah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini bahwa golongan antihipertensi yang digunakan sampel penelitian yaitu untuk penggunaan antihipertensi tunggal yaitu Calcium Channel Blocker (CCB) sebanyak 68,1%, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) sebanyak 22,7%, Beta Blocker sebanyak 9,09%.Antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) sebanyak 66,6%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Beta Blocker sebanyak 11,1%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) sebanyak 11,1%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Diuretik sebanyak 11,1%.Kata kunci: Antihipertensi; Hipertensi; Pasien Perokok