This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Ekonomi
Mevia, Titania Fanesa Setia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Empat Koridor di Jawa Timur Tahun 2016-2021 Mevia, Titania Fanesa Setia
Jurnal Ilmu Ekonomi JIE Vol. 7 No. 03 (2023): Jurnal Ilmu Ekonomi
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jie.v7i03.27087

Abstract

This study aims to determine the analysis economic growth and regional inequality in East Java 2016-2021. Inner data type This study uses secondary data. Whereas the research data used is data time series starting in 2016-2021, namely regarding Gross Regional Domestic Product (GRDP) data, GRDP per capita and population. economic growth for each corridor in East Java Province in 2016-2021 it can be seen that the highest growth occurs in the North South corridor and the lowest is in the North corridor. The results of a comparison of regional inequality for each corridor in East Java Province for 2016-2021 show that the highest regional inequality occurs in the North South corridor and the lowest is in the Southwest corridor   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan regional di Jawa Timur Tahun 2016-2021. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Sedangkan data penelitian yang digunakan adalah data time series mulai tahun 2016-2021 yaitu mengenai data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB per kapita dan jumlah penduduk. pertumbuhan ekonomi untuk masing-masing koridor di Propinsi Jawa Timur Tahun 2016-2021 dapat diketahui bahwa pertumbuhan tertinggi terjadi di koridor Utara Selatan dan terendah yaitu pada koridor Utara. Adapun hasil perbandingan ketimpangan regional untuk masing-masing koridor di Propinsi Jawa Timur Tahun 2016-2021 dapat diketahui bahwa ketimpangan regional tertinggi terjadi di koridor Utara Selatan dan terendah yaitu pada koridor Barat Daya.