Nasution, H.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BIONANOKOMPOSIT BENTONIT-KITOSAN-TIO2 UNTUK FOTODEGRADASI MINYAK GORENG BEKAS Khairunnisa, F.; Siregar, S. H.; Nasution, H.; Ramadhanti, A. R.
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 18, No.2, Juli 2024
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan rata-rata konsumsi minyak goreng sawit pada tingkat rumah tangga di Indonesia periode 2015–2020 menunjukkan peningkatan sebesar 2,32% per tahun. Minyak jelantah yang telah digunakan berulang kali akan meningkatkan kadar asam lemak bebas (FFA) dan kadar air pada minyak tersebut perlu diturunkan agar memenuhi baku mutu Standar Nasional Indonesia. Pemisahan minyak dari FFA agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) secara umum biasanya dilakukan dengan proses netralisasi, pemisahan dengan membran, dan pemurnian dengan menggunakan adsorben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan adsorben terhadap penurunan kadar asam lemak bebas dari minyak goreng bekas. Bentonit-kitosan dan bentonit-kitosan-TiO2 disintesis kemudian dikarakterisasi dengan FTIR, XRD dan SEM-EDX. Fotodegradasi dilakukan dengan variasi massa 1,3 dan 5 g serta variasi waktu 30, 90 dan 180 menit, selanjutnya dilakukan uji kadar asam lemak bebas. Hasil FTIR menunjukkan gugus fungsi Si-O-Si, -OH, Si-O-Al, -CH2, -NH2, dan TiO. Analisis XRD sesuai dengan data standar JCPDS No. 21-1276 dan No. 21-1272. Analisis SEM menghasilkan morfologi lebih jelas, berupa bongkahan yang berukuran tidak merata, halus dan berlapis. Uji kadar asam lemak bebas didapat hasil terbaik pada variasi massa 1 g dengan waktu 90 menit sebesar 9,51 %. Kata kunci: asam lemak bebas, bentonit, fotodegradasi, kitosan,TiO2. ABSTRACT The average development of palm cooking oil consumption at the household level in Indonesia for the 2015–2020 period shows an increase of 2.32% per year. Used cooking oil applied repeatedly will increase the level of free fatty acids (FFA), and the water content of the oil needs to be reduced to meet the quality standards of the Indonesian National Standard. Separating oil from FFA to meet the Indonesian National Standards (SNI) is generally carried out using a neutralization process, separation with a membrane, and purification using adsorbents. This research aimed to determine the ability of adsorbents to reduce free fatty acid levels from used cooking oil. Bentonite-chitosan and bentonite-chitosan-TiO2 were synthesized and then analyzed using FTIR, XRD, and SEM-EDX. Photodegradation was carried out with variations of adsorbent mass of 1.3 and 5g and time variations of 30, 90, and 180 minutes, and then free fatty acid levels were tested.The FTIR results showed the functional groups Si-O-Si, -OH, Si-O-Al, -CH2, -NH2, and TiO. The XRD analysis met the JCPDS standard data No. 21-1276 and No. 21-1272. SEM analysis resulted in a clearer morphology, such as chunks that were uneven in size, smooth, and layered. The free fatty acid content obtained the best results of 9.51% at the adsorbent mass of 1 g with a time of 90 minutes Keywords: bentonite, Chitosan, free fatty acids, photodegradation, TiO2.
Implementasi Pendekatan Observasional untuk Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Pada PAUD Islam Nasution, H.; Marbun, I. H. S.; Nasution, N. R. M.; Lubis, F.; Khairiyah, S.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan metode observasi dalam memantau pertumbuhan serta perkembangan anak-anak di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berlandaskan Islam. Masalah yang menjadi pusat perhatian penelitian ini adalah kekurangan metode pendeteksian awal yang holistik dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam mengawasi pertumbuhan anak. Dengan metode pengamatan, para pendidik dapat melihat secara langsung berbagai aspek perkembangan anak, seperti aspek fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta moral dan spiritual. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa metode observasi memberikan pemahaman yang komprehensif tentang perkembangan anak, sehingga pendidik dapat melakukan intervensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Selain itu, penerapan nilai-nilai Islam dalam proses pengamatan juga memperkuat pembentukan karakter dan akhlak anak sejak usia dini. Sebagai kesimpulan, pendekatan observasional adalah metode yang efisien dalam mengamati pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di PAUD Islami karena dapat mengintegrasikan aspek ilmiah dengan nilai-nilai pendidikan Islam secara seimbang.
Pengaruh Perkembangan Anak terhadap Asupan Gizi Tidak Seimbang Pada Masa Pertumbuhan Anak Usia Dini Optimal Hasibuan, E. Damayanti; Nasution, H.; Fajri, Y.; Siregar, D.; Khadija, Khadija
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35821

Abstract

Masa awal pertumbuhan anak adalah waktu yang sangat penting yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka. Salah satu masalah yang sering muncul adalah kurangnya keseimbangan gizi, yang bisa dipengaruhi oleh perkembangan anak sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan anak bisa berhubungan dengan pola makan yang tidak seimbang selama mereka tumbuh di usia dini dengan cara yang tepat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempelajari berbagai literatur, seperti buku, artikel ilmiah, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak, terutama dalam hal cara makan dan keterampilan fisik, mengaruhi asupan gizi mereka. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kebutuhan gizi yang tepat untuk anak yang sedang tumbuh dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan gizi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa peran orang tua dan lingkungan sangat penting untuk mendukung perkembangan anak dan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang sejak usia dini.