Musaffa, Muhammad Ulul Albab
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FIKIH PAKAIAN JAMAAH TABLIGH: ANTARA DOKTRIN, IDENTITAS, DAN STRATEGI Musaffa, Muhammad Ulul Albab; Abdurrahman, Landy
Harmoni Vol. 22 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v1i22.642

Abstract

Jamaah Tabligh sebagai gerakan keislaman transnasional telah tumbuh di Indonesia sejak tahun 1952 dan hingga kini memiliki cukup banyak pengikut di Indonesia. Dalam perkembangannya, para penggerak Jamaah Tabligh di Indonesia berpakaian dengan cukup khas hingga menjadi identitas tersendiri dari gerakan ini. Berpakaian ala Jamaah Tabligh ini tidak memiliki ketentuan khusus, baik secara tertulis maupun lisan, namun cukup berhasil menjadikan gaya berpakaian ini menjadi salah satu ciri khas Jamaah Tabligh di Indonesia. Setelah tahun 2015, Jamaah Tabligh terpecah menjadi dua faksi: Faksi Syura Alami dan Faksi Keamiran (Maulana Saad/MS). Keduanya sama-sama memiliki gaya berpakaian yang mirip, namun keduanya saling klaim berbeda dalam hal-hal fundamental. Problematika identitas ini juga menghadapi tantangan pada masa pandemic Covid-19 karena gerakan Jamaah Tabligh sempat tertuduh menjadi salah satu klaster penyebar virus, sehingga para penggeraknya harus bernegosiasi dengan konteks dan keadaan dalam hal identitas, tak terkecuali identitas dalam berpakaian. Artikel ini akan menjawab dua rumusan masalah utama, yaitu pertama tentang akar hingga proses transfer pemahaman tentang pakaian khas dalam gerakan Jamaah Tabligh. Kedua, negosiasi identitas Jamaah Tabligh pasca perpecahan dan di tengah masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji sumber data berupa hasil wawancara dan berupa dokumen. Data yang didapatkan dianalisis dan dikaitkan dengan fikih, doktrin agama, identitas, dan negosiasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa di kalangan Jamaah Tabligh, meski tidak ada doktrin secara tertulis dalam hal berpakaian, tetapi terdapat pemahaman hingga praktik berpakaian yang khas dalam cara berpakaian Jamaah Tabligh. Penulis juga menemukan bahwa Jamaah Tabligh berusaha menegosiasikan identitas dalam berpakaian pada saat menghadapi problematika perpecahan dan problematika di masa pandemi Covid-19.
Language Politics and Fiqh’s Authority on Qur'anic Reinterpretation in Indonesian Translation Practices Musaffa, Muhammad Ulul Albab
Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Vol. 13 No. 1 (2025): Al-Mazaahib
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-mazaahib.v13i1.4357

Abstract

The book Qur'an Translation in Indonesia: Scriptural Politics in a Multilingual State edited by Johanna Pink offers an interdisciplinary analysis of Qur'anic translation practices in Indonesia within the framework of language politics, religious authority, and the articulation of Islamic law (fiqh). Through a variety of historical and contemporary case studies, the book highlights how Qur'ānic translations serve not only as educative tools, but also as instruments of legal orthodoxy through state intervention, school of thought preferences and local dynamics. The review focuses on the aspects of Islamic law that emerge in the choice of diction, the influence of schools of fiqh, and the relationship between tafsir, fatwa, and translation-based legal products. It is concluded that Qur'an translation in Indonesia is a semi-normative practice that is loaded with ideological, legal, and political content, and has a significant impact on the construction of Islamic understanding in contemporary Indonesian Muslim society. Buku Qur’an Translation in Indonesia: Scriptural Politics in a Multilingual State yang disunting oleh Johanna Pink menawarkan analisis interdisipliner mengenai praktik penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia dalam bingkai politik bahasa, otoritas keagamaan, dan artikulasi hukum Islam (fikih). Melalui berbagai studi kasus historis dan kontemporer, buku ini menyoroti bagaimana terjemahan Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukatif, tetapi juga sebagai instrumen pembakuan ortodoksi hukum melalui intervensi negara, preferensi mazhab, dan dinamika lokal. Review ini memfokuskan pada aspek hukum Islam yang muncul dalam pemilihan diksi, pengaruh mazhab fikih, serta relasi antara tafsir, fatwa, dan produk hukum berbasis terjemahan. Disimpulkan bahwa penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia merupakan praktik semi-normatif yang sarat dengan muatan ideologis, hukum, dan politik, serta memiliki dampak signifikan dalam konstruksi pemahaman keislaman masyarakat Muslim Indonesia kontemporer.