Jumlah kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat selalu peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan jumlah kunjungan ini dapat mengakibatkan terjadinya berbagai masalah baik bagi pasien maupun bagi tenaga kesehatan dan intansi Rumah Sakit. Salah satu strategi untuk mengatasinya dengan menerapkan sistem triase yakni bagaimana memilih pasien secara tepat dan cepat. Kemampuan seorang perawat dalam melakukan triase dipengaruhi oleh pengetahuan triase yang dimiliki perawat tersebut. Salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan triase adalah dengan pelatihan atau in house training. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa optimal in house training triase menggunakan Australian triage scale modifikasi terhadap ketepatan penilaian di Instalasi Gawat Darurat RS. H.L. Manambai Abdulkadir. Desain penelitian ini adalah pra-post test design. Sampel yang digunakan berjumlah 30 kasus yang di lakukan 9 orang perawat tim triase yang diambil dengan teknik purposif sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariate (uji Mc Nemar). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Maret hingga 12 April 2022. Hasil penelitian menunjukan perawat IGD RS. H.L. Manambai Abdulkadir melakukan penilaian triase dengan tepat sebanyak 28 kasus (93.3%) dan hanya 2 kasus (6.7%) yang tidak tepat dalam melakukan penilaian triase yaitu kategori overtriage. Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,031 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh in house training terhadap ketepatan penilaian triase. Kesimpulan yaitu terdapat optimalisasi penilaian triase oleh petugas kesehatan melalui In-House Training di ruang gawat darurat RS. H.L. Manambai Abdulkadir.