p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Hutajulu, Y. Y.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN HARGA BATUBARA TERHADAP RANCANGAN PIT LIMIT Ishudi, P. C.; Hutajulu, Y. Y.; Noveriady, .
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1607

Abstract

Saat ini PT Rimau Energy Mining (PT REM) sedang melakukan aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu dan berencana membuka Pit Barat Bantai Napu setelah aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu selesai. Sebelumnya, PT REM sudah merancang desain untuk Pit Barat Bantai Napu. Namun karena adanya perubahan harga batubara dari Rp 920.765,00 per ton menjadi Rp 1.546.364,36 maka rancangan ini perlu diperhitungkan ulang untuk mencapai keuntungan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari batas penambangan optimal yang akan memberikan keuntungan terbaik di Pit Barat Bantai Napu PT REM. Metode perhitungan BESR dapat digunakan untuk merancang pit baru sehingga menghasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan perhitungan Break Even Stripping Ratio yang didapat dengan mencari harga jual batubara, total biaya produksi batubara serta total biaya overburden removal. Pit rancangan awal perusahaan memiliki SR 1 : 4,68 dengan cadangan batubara sebesar 1.037.015 ton. Sebelum adanya perubahan harga, keuntungan bersih untuk rancangan ini adalah sebesar Rp 349.322.765.754,75 dengan nilai BESR 4,16. Setelah adanya kenaikan harga batubara, keuntungan bersih rancangan ini menjadi Rp 978.616.012.791,58 dengan nilai BESR 9,84. Rancangan ultimate pit limit memiliki SR 1 : 7,90 dengan cadangan batubara sebesar 2.629.343 ton. Saat adanya kenaikan harga batubara, rancangan ini menjadi rancangan yang lebih optimal karena keuntungan bersihnya mencapai angka Rp 2.099.035.436.840,26. Hal ini menunjukkan bahwa dengan rancangan baru, profit PT REM naik 2,14 kali lipat dibanding pit rancangan awal perusahaan.
KEBUTUHAN KIPAS PADA CABANG B1A DAN CABANG B1E1 DI TUNNEL T-8 KARIM Risgunadi, N.; Hutajulu, Y. Y.; Indrajaya, F.; Sukmawatie, N.; Inso, Y. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2203

Abstract

Kegiatan produksi di Tunnel T-8 Karim dilakukan di cabang B1A dan cabang B1E1. Pada saat aktivitas peledakan, kandungan gas karbon monoksida dapat mencapai 75 ppm di cabang B1A dan temperatur serta kelembaban yang tinggi. Penelitian ini bertujuan merencanakan kebutuhan kipas menggunakan simulasi untuk menyuplai udara bersih dan mengeluarkan gas-gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) lebih cepat dengan memperhatikan jarak suplai udara yang berasal dari luar tunnel dan jalur udara bersih serta kotor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menghitung data-data primer dan sekunder untuk mendapatkan nilai kuantitas dan kualitas udara. Dengan memperhitungkan kebutuhan udara pada front penambangan serta memperhatikan pergerakan aliran udara sehingga dapat menerapkan sistem overlap. Kebutuhan kipas secara simulasi sebagai berikut [1] Main Axial Fan dengan volume debit udara sebesar 15 m3/s [2] Satu unit Forcing Fan dengan volume debit udara sebesar 10 m3/s pada jalur lori sesudah cabang A [3] Satu unit Forcing Fan dengan volume debit udara sebesar 10 m3/s di cabang B1 dengan ventilation duct diameter 60 cm sampai di area front penambangan cabang B1A [4] Satu buah Exhaust fan dengan volume debit udara sebesar 6 m3/s di dekat shaft dengan ventilation duct diameter 60 cm dari front cabang B1A [5] Satu unit Forcing Fan dengan volume debit udara sebesar 8,5 m3/s di cabang B1E dengan ventilation duct diameter 60 cm sampai front cabang B1E1 dan [6] Satu buah Exhaust fan dengan volume debit udara sebesar 3 m3/s di area front cabang B1E1 dengan ventilation duct diameter 50 cm sampai di dekat shaft.