HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (PUBERTAS) DENGANPERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI SISWA KELAS VII (A-F) DI SMP NEGERI1 SUNGAI RAYA TAHUN 2024Elise Putri1, Ivan Harwin UtamaNama Asal Institusi : STIKES Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: alice.poeth90@gmail.comABSTRAKLatar belakang :Pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi sangat pentingapabila seorang remaja tidak memiliki pengetahuan yang baik dan cukup tentang kesehatanreproduksi, remaja akan cenderung bersikap mengabaikan sehingga dapat membahayakan dirinyasendiri. Dari wawancara yang dilakukan didapatkan masih banyak remaja yang mengaku sudahberpacaran, berpegang tangan dengan lawan jenis dan mengatakan bahwa menstruasi sebagaitanda awal terjadinya pubertas.Tujuan:untuk mencari hubungan pengetahuan remaja putri (pubertas) dengan perilakukesehatan reproduksi siswa kelas VII (A-F) di SMP Negeri 1 Sungai Raya.Metode: Desain penelitian ini adalah desain deskriptif korelasi dengan pendekatanpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 90 orang, sampel yangdigunakan total sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi, pengumpulan data menggunakankuesioner dengan analisis univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Dari 90 orang responden, diperoleh sebagian besar responden yaitu 66 (72,2,%)memiliki pengetahuan cukup tentang kesehatan resproduksi dan sangat sedikit dari respondenyaitu 4 (4,4%) responden memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi. Dan sebagiandari responden yaitu 48 (53,3%) responden memiliki perilaku yang mendukung terhadapkesehatan reproduksi. Kemudian dianalisis menggunakan chi square dengan taraf signifikan (a0,05) didapatkan p value 0,641> 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan denganperilakuKesimpulan: tidak ada Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Putri (Pubertas) DenganPerilaku Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas VII (A-F) Di SMP Negeri 1 Sungai Raya Tahun2023. Diharapkan kepada pihak SMP Negeri 1 Sungai Raya, untuk dapat meningkatkanpengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi melalui penyuluhan dan pembelajarandisekolah, sehingga siswa mengetahui perilaku apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatanreproduksi