Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESCRIPTION OF THE KNOWLEDGE OF ADOLESCENT WOMEN CLASS XI ABOUT THE IMPACT OF EARLY MARRIAGE FOR HEALTH IN SENIOR HIGH SCHOOL 2 BAUBAU YEAR 2022 Swardin, Laode; Wa Ode Nur Syuhada
Jurnal Medicare Vol. 1 No. 4 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v1i4.34

Abstract

The rate of early marriage is still very high. Of course, women who marry early will also have many problems. The problems that will be faced, both in terms of physiology, psychology, economy, autonomy, education, and other unfavorable problems. The Indonesian government has enacted laws and regulations to reduce the incidence of early marriage, but in practice there are still many who do early marriage. As in Indonesia, in 2018 the number of women who married before the age of 18 reached 1,220,900 and made Indonesia ranked 10th in the country with the highest child marriage rate in the world. The type of research used is descriptive, which aims to determine the Knowledge Description of Class XI Teenage Girls about the Impact of Early Marriage on Health in SMA Negeri 2 Baubau. The population in this study was 251 people. The number of samples is 71 people. Data analysis was performed using IBM SPSS Statistics Version 22 for a univariate test by looking at, distributing, the proportion or percentage and frequency of knowledge among young women on the impact of early marriage on health. The results showed that from 71 respondents who had good knowledge, 60 respondents (84.5%). Of the 71 respondents who have sufficient knowledge of 9 respondents (12,7%). Of the 71 respondents who have less knowledge of 2 respondents (2.8%). Based on the results of the study, the suggestion that can be put forward is that it is hoped that young women will get used to being active in getting information from anywhere about the negative health impacts that can be caused by early marriage. And it is also expected to improve his attitude towards the impact of early marriage so that it can be in line with his knowledge.
Studi Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Hoga Desa Sama Bahari Kecematan Kaledupa Wa Ode Nur Syuhada; Rina Inda Sari; Harmanto; Dilla
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang digambarkan meningkat jika angka kematian ibu menurun dan meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dimana persalinan tersebut terjadi di fasilitas kesehatan. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting yang dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat pada suatu negara. Setiap tahun diperkirakan 529.000 wanita di dunia meninggal akibat timbulnya komplikasi dari kehamilan dan persalinan, sehingga dapat diperkirakan angka kematian ibu yang terjadi yaitu sebesar 400 per 100.000 kelahiran hidup. Beberapa determinan penting yang berpengaruh terhadap kasus kematian ibu secara langsung antara lain status gizi ibu dan anemia pada kehamilan. Selain itu tingkat pendidikan, kesehatan lingkungan fisik maupun budaya, ekonomi keluarga dan pola kerja rumah tangga. Penyebab kematian ibu sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan yang memadai. Dengan melaksanakan antenatal care (ANC) secara teratur pada ibu hamil, diharapkan dapat mendeteksi dini dan menangani komplikasi yang bisa terjadi pada ibu hamil, sehingga hal ini penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kehamilannya berjalan dengan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap antenatal care di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hoga Desa Sama Bahari Kecematan Kaledupa Tahun 2024. Desain pada penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan maksud untuk memberikan studi tentang pengetahuan ibu hamil tanpa membuat perbandingan atau hubungan antara variabel independen dan dependen. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hoga Desa Sama Bahari Kecematan Kaledupa dengan jumlah 36 orang pada periode bulan Januari-Mei tahun 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dimana suatu teknik penarikan sampel yang jumlah sampelnya sama dengan jumlah populasi. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan antenatal care pada ibu hamil. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 35 responden sebagian memiliki pengetahuan cukup 15 responden (42,9 %) dan sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang 10 responden (28,6%).dari hasil penelitian tersebut di atas dapat di jelaskan bahwa ternyata semua ibu hamil yang melakukan kunjungan dipuskesmas hoga kecamatan kaledupa sebagian besar telah memiliki pengentahuan yang cukup tentang Antenatal care hal ini di sebabkan Karena berdasarkan wawancara peneliti terhadap ibu hamil ternyata beberapa ibu hamil pernah menjadi kader posyandu,di mana banyak hal-hal yang berhubungan dengan Antenatal care.
Analisis Faktor Predisposing Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabaena Utara Ahmad Noor; Wa Ode Nur Syuhada; Hutriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i2.1649

Abstract

Kunjungan balita ke posyandu sangat penting dilaksanakan, yang bertujuan untuk memperoleh pelayanan kesehatan seperti penimbangan, imunisasi, penyuluhan gizi, dan lainnya. Kunjungan balita ke posyandu yang paling baik ialah teratur setiap bulannya atau 12 kali dalam setahun (Kemenkes RI, 2011). Apabila ibu tidak aktif membawa balita berkunjung ke posyandu akan mengakibatkan ibu kurang mendapatkan informasi mengenai status gizi balita, tidak mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan apabila ibu mempunyai permasalahan kesehatan pada balitanya, serta tidak dapat dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal, karena pertumbuhan balita dapat dipantau melalui KMS (Sulistyorini, 2010). Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis faktor Predisposing Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabaena Utaratahun 2024. Metode Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan crossectional studi dan teknik pengambilan sampel secara Simple Random dengan Sampling yang melibatkan 73 responden. Populasi penelitian ini adalah Ibu yang memiliki Balita (0-59 bulan). Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan pekerjaan ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita dengan p value 0,031, Ada hubungan pengetahuan ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita dengan p value 0,008 , Tidak ada hubungan ketersediaan pelayanan kesehatan ibu Terhadap pemanfaatan Posyandu Balita dengan p value 0.211. Kesimpulan: Ada hubungan antara pekerjaan ibu dan pengetahuan ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita serta tidak ada hubungan ketersediaan pelayanan kesehatan ibu Terhadap pemanfaatan Posyandu Balita di Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabaena Utara Tahun 2024.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan Posyandu Balita di Puskesmas Kabaena Utara sehingga dapat menjadi masukan terhadap program dalam meningkatkan pelayanan Kesehatan