Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi kinerja dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi bangunan. Konstruksi bangunan merupakan kegiatan konstruksi yang kompleks dan rentan terhadap berbagai kendala yang dapat mempengaruhi penyelesaian proyek secara tepat waktu. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei terhadap 40 responden yang terlibat dalam berbagai tahapan proyek konstruksi bangunan. Studi ini juga menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengevaluasi hubungan antara faktor-faktor penghambat ini dan kinerja waktu pelaksanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja waktu pelaksanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan menghambat waktu pelaksanaan proyek adalah faktor tenaga kerja, dengan nilai beta sebesar 1,001. Menurut kontraktor, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penundaan proyek termasuk permintaan untuk perubahan pada pekerjaan yang diselesaikan, cuaca buruk seperti hujan lebat dan angin topan. Sementara itu, konsultan pengawas mencatat pemogokan buruh, penggunaan teknologi yang terbatas, dan lamanya pengiriman peralatan sebagai faktor penghambat. Pemilik juga mengamati bahwa pemogokan buruh adalah salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pelaksanaan proyek. Untuk mengatasi faktor dominan yaitu masalah ketenagakerjaan (X3), beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan antara lain memastikan pembayaran upah sesuai dengan kesepakatan, menjaga komunikasi yang efektif antara semua pihak terkait, memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal, mempertimbangkan penggunaan tenaga kerja grosir, memperbaiki komunikasi dua arah, meninjau peraturan yang berlaku, dan menyiapkan jadwal cuti hari raya sesuai dengan kesepakatan yang disepakati bersama