Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Environmental Factors with Dengue Hemorrhagic Fever in Guntur, Demak, Indonesia Hariyanti, Fika; Raharjo, Mursid; Joko, Tri
Journal of Community Medicine and Public Health Research Vol. 5 No. 1 (2024): Journal Community Medicine and Public Health Research
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jcmphr.v5i1.50325

Abstract

Guntur district is one of the districts that is classified as endemic for dengue fever in Demak, Indonesia. In the last three years, there have been consecutive cases or deaths due to Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Based on the epidemiological triangle concept, the emergence of dengue fever can be caused by an imbalance between host (human) factors, the agent as the cause, and the supporting environment. Environmental factors facilitate contact with agents consisting of the physical, social and biological environment. The physical environment that influences the occurrence of dengue fever cases includes house layout, type of container, frequency of draining the container, availability of lids on containers, altitude and climate. DHF cases in Guntur District in 2022 were 67 cases (IR 0.8 per 1,000 population). The case sample in this study was 86 respondents consisting of 43 case groups and 43 as controls. Sampling was taken in Guntur, Demak, Indonesia. The results showed that the factors having influence on the DHF were landfill materials, landfill volume, landfill availability, frequency of landfill draining, and the presence of larvae. The risk factors for dengue fever are the material of the water reservoir, the frequency of draining the water reservoir, the volume of the landfill, and the presence of larvae. People who used cement/soil landfill materials had a 3.529 greater chance of contracting dengue fever. People with less reliable behavior in draining landfills had a 5.569 times greater chance of contracting dengue fever, and people whose water reservoirs containing larvae had a 17.939 times greater chance of contracting dengue fever.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Demak Hariyanti, Fika; Raharjo, Mursid; Joko, Tri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21403

Abstract

Demam Berdarah masih menjadi penyakit endemis di Indonesia serta sering menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kematian yang tinggi. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk aedes betina dan saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum dapat diatasi sepenuhnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Demak. Desain penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah Indonesia pada bulan Januari-Desember 2022. Populasi penelitian adalah pasien yang melakukan periksa di pelayanan kesehatan Kabupaten Demak. Sampel penelitian adalah pasien yang mendapatkan diagnose demam berdarah sejumlah 100 responden. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasional dan menggunakan data sekunder. Variabel bebas penelitian adalah umur, jenis kelamin, riwayat demam, nyeri kepala, dan mual atau muntah sedangkan variable terikat adalah kejadian demam berdarah dengue. Data dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,046), jenis kelamin (p=0,009), riwayat demam (p=0,004), nyeri kepala (p=0,031), dan mual atau muntah (p=0,000) terhadap kejadian demam berdarah dengue. Simpulan adalah perilaku manusia yang menyebabkan terjadinya dan tersebarnya kasus DBD adalah kebiasaan masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mendukung penegakan diagnose pasti demam berdarah dengue dan kesembuhan pasien, maka perlu dilakukan upaya baik secara pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan tanggapan cepat berobat.