Hilda Husaini Rusdi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE KRITIK MATAN HADIS PRESPEKTIF MASRUKHIN MUKHSIN Hilda Husaini Rusdi
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v1i1.27

Abstract

This paper departs from the author's hypothesis regarding to the critical studies of matan used by academics in measuring the validity of hadith. The critical theory used by these academics still needs to be studied and re-criticized whether it is specific to the theory developed by the Muhaddisin Mutaqaddimin and Mutaakhirin scholars who are known for their accuracy. Masrukhin Mukhsin reflects on the views of the hadith scholars above and schematizes the theory of Muqoronah, Muaradlah, al-Taufiq, I'lat, Syadz, contemporary as an answer to the anxiety of academics in studying the accuracy of matan. Departing from this, this paper will discuss 1) What are the methods used by researchers in criticizing the hadith matan? 2) Is the method they use enough to prove the validity of a hadith matan? This paper is a library research study with an analytical-descriptive approach. The results of this paper are proving that the critique method used by academics still does not use the right method in studying the critique of hadith matan, so it still needs to be re-examined regarding to the validity of the hadith matan.
Rekonstruksi Makna Hadis tentang Penciptaan Perempuan: Perspektif Simbolik, Kontekstualisasi, dan Kesetaraan Gender Hilda Husaini Rusdi; Eko Zulfikar
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v3i2.1075

Abstract

Artikel ini bertujuan menelaah hadis tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk, dengan pendekatan yang menekankan pada kajian sanad (rantai perawi) serta matan (teks) hadis tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori ma‘ani al-hadis, yaitu ilmu yang membahas makna-makna hadis, yang memungkinkan munculnya pemahaman hadis secara tekstual maupun kontekstual. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa sanad dan matan hadis tersebut adalah otentik. Sanadnya sahih karena bersambung hingga Rasulullah, perawinya bersifat adil, ḍābiṭ, dan tidak ditemukan cacat (syudhūdh) atau ‘illat. Melalui analisis simbolik-metaforis, hadis ini menekankan agar laki-laki mengubah perspektif dalam berinteraksi dengan perempuan. Laki-laki dianjurkan bersikap hati-hati dan bijaksana karena sifat perempuan diibaratkan seperti tulang rusuk yang bengkok—dalam arti unik dan indah, bukan menyimpang atau rendah. Hadis ini menunjukkan perbedaan tabiat antara laki-laki dan perempuan, sehingga laki-laki sebaiknya tidak mencoba mengubah-nya. Meski begitu, sebagian ulama menafsirkan hadis ini secara tekstual dan ada yang condong pada pandangan subordinasi perempuan. Oleh karena itu, pemahaman hadis ini perlu ditempatkan dalam konteksnya. Dengan pendekatan yang adil gender, perempuan dapat diperlakukan secara setara dan bermartabat. Artikel ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman hadis secara konteks-tual, menolak interpretasi seksisme, dan menegaskan perlunya pendekatan adil gender dalam penafsiran teks-teks keagamaan, sehingga menjadi dasar akademik bagi perlakuan yang setara terhadap perempuan dalam konteks sosial dan keagamaan.