Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Etika Lingkungan terhadap Perilaku Pro Lingkungan Pada Mahasiswa Anggota Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam di Universitas Riau Syafitri, Rahmadani; Kadarisman, Yoskar
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.8992

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Riau. Tujuan dari penelitian ini: 1) Untuk mengetahui pengetahuan lingkungan anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Riau. 2) Untuk mengetahui etika lingkungan anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Riau. 3) Untuk mengetahui perilaku pro lingkungan anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Riau. 4) Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan etika lingkungan dengan perilaku pro lingkungan anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif inferensial, dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (n = 102) dengan teknik sensus sampling. Instrumen data mencakup observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebesar 75,5% kategori tinggi dan 24,5% kategori sedang. Etika lingkungan responden adalah 48% kategori baik dan 52% responden kategori etika kurang baik. Perilaku pro lingkungan responden adalah 44,1% kategori tinggi, 54,9% kategori sedang dan 1% kategori rendah. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan positif dan sedang antara pengetahuan dengan perilaku pro lingkungan (r = 0,492, sig. 0,000). Sedangkan pada variabel etika terdapat hubungan yang kuat dan positif antara etika lingkungan dengan perilaku pro lingkungan (r = 0,725, sig. 0,000). Selain itu, hubungan yang kuat dan positif terdapat juga antara pengetahuan dan etika lingkungan dengan perilaku pro lingkungan (r = 0,687, sig. 0,000). Hasil ini mendukung seluruh Hipotesis alternatif (Ha) penelitian ini sehingga dapat diterima. Artinya, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pro lingkungan, terdapat hubungan etika lingkungan dengan perilaku pro lingkungan serta terdapat hubungan pengetahuan dan etika lingkungan dengan perilaku pro lingkungan pada organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Riau.
Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana ITE dalam Kasus Penyebaran Konten Pornografi Digital Putri Ramadhani Rangkuti; Melia Dwi Hasanah; Mirna Syafitri Rahmadani; Nazwa Bunga Rezki Perdana Lubis; Nadia Putri Naya
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v2i2.885

Abstract

This study uses a qualitative method with a normative legal approach that aims to analyze legal protection for victims of Information and Electronic Transactions (ITE) crimes, especially in cases of the distribution of digital pornographic content. The rampant distribution of pornographic content through digital platforms is a serious threat to the privacy rights and dignity of victims, especially women and children. In the context of law in Indonesia, protection for victims has been regulated in several laws and regulations such as Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to the ITE Law and the Criminal Code (KUHP). However, the implementation of this protection still faces various obstacles, includeing weak law enforcement, limited understanding of victims’ rights, and the suboptimal role of witness and victim protection institutions. Through literature studies and analysis of court decisions, this study found that legal protection is still reactive and has not been optimal in preventing and restoring victims’ losses as a whole. Therefore, a more responsive policy reformulation and strengthening of digital literacy are needed as strategic preventive measures.
Self-acceptance, kecemasan, dan kepuasan hidup pada ibu yang memiliki anak balita Rahmadani Syafitri; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-acceptance and anxiety on life satisfaction in mothers of toddlers. Mothers of toddlers often face intensive parenting challenges, making them vulnerable to decreased life satisfaction due to anxiety and self-acceptance. The research method used was quantitative with multiple linear regression analysis techniques. Data were collected through questionnaires distributed to mothers of toddlers in Kindergarten X with a total of 70 respondents. The research instrument was developed by the researcher with a Cronbach's Alpha value of more than 0.6. The results showed that self-acceptance has a significant positive relationship with life satisfaction with a score of t = 9.432 with a significance of 0.000 (p < 0.05), while anxiety has a significant negative relationship with life satisfaction with a score of t = -2.110 with a significance of 0.039 (p < 0.05). The effective contribution of self-acceptance and anxiety to life satisfaction is 70.9%. Findings These findings imply that efforts to increase life satisfaction in mothers of toddlers need to focus on self-acceptance and overcoming anxiety. Through family support and a conducive environment, mothers can fulfill their parenting role more optimally. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-acceptance dan kecemasan terhadap kepuasan hidup pada ibu yang memiliki anak balita. Ibu balita sering kali menghadapi tantangan pengasuhan yang intensif, sehingga rentan mengalami penurunan kepuasan hidup akibat kecemasan dan self-acceptance. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu dengan anak balita di TK X dengan total 70 responden. Instrumen penelitian dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,6. Hasil penelitian menunjukkan self-acceptance memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = 9,432 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sedangkan kecemasan memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = -2,110 dengan signifikansi sebesar 0,039 (p < 0,05). Adapun sumbangan efektif dari self-acceptance dan kecemasan mempengaruhi kepuasan hidup sebesar 70,9%. Temuan Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya peningkatan kepuasan hidup ibu dengan anak balita perlu berfokus pada penerimaan diri dan mengatasi kecemasan. Melalui dukungan keluarga serta lingkungan yang kondusif, ibu dapat menjalankan peran pengasuhan secara lebih optimal.  
Acute Toxicity Test Of Guava Seed Ethanol Extract ( Syzygium Malaccense L ) Using The Brine Shrimp Lethality Test ( Bslt ) Method Rahmadani Syafitri; Rosa Devitria
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People generally treat infectious diseases using synthetic drugs that can have a n5egative impact. Therefore, one way to reduce the impact of synthetic drugs is to use medicinal plants. The meat, seeds, and leaves of Syzygium malaccense show the content of phenolic, flavonoid, and cartonoid compounds that are sources of antioxidant activity and have the opportunity to be used as medicinal plants. The aim of this study is to examine the potential for acute toxicity of Syzygium malaccense extract against the larval artemia salina leach using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method shown by the LC50 to ensure its safety if used by humans and to be the earliest stage for finding a new source of anti-cancer medicine. The extracts were made by maseration using a 96% ethanol solvent. The toxicity test was carried out using the 48-hour-old Artemia salina leach shrimp larva. The results of this study were analysed using the LC50 probit table for a 96% ethanol extract of rose bol seeds, which is 46,18 ppm. This suggests that the extract is highly toxic to Artemia salina leach.
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN: Studi pada PT Wahana Trans Lestari Medan Rahmadani Syafitri; Hablil Ikhwana; Siti Wardah Pratidina; Fahri Alamsyah
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i2.28246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor kompetensi individu, faktor dukungan organisasi dan faktor dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Wahana Trans Lestari Medan baik secara parsial dan simultan dan seberapa besar pengaruhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analisis, uji penyimpangan klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = -6,841 + 0,340 X1 + 0,279 X2 + 0,163 X3 + e. Secara parsial, variabel faktor kompetensi individu (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung >  t tabel (1,716 > 1,710). Variabel faktor dukungan organisasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung >  t tabel (2,985 > 1,710). Variabel faktor dukungan manajemen (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. secara simultan, variabel faktor kompetensi individu (X1), faktor dukungan organisasi (X2), dan faktor dukungan manajemen (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (319,667 > 2,92). variabel faktor kompetensi individu (X1), faktor dukungan organisasi (X2), dan faktor dukungan manajemen (X3) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 97,4% sedangkan sisanya sebesar 2,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran hendaknya pimpinan lebih memperhatikan lagi kinerja karyawan. Hendaknya perusahaan lebih memperhatikan lagi sarana dan prasarana kerja dan kenyamanan lingkungan kerja. Hendaknya karyawan tetap bekerja dengan kinerja yang baik sesuai peraturan perusahaan dan hendaknya karyawan lebih di tingkatkan lagi disiplin dalam bekerja.