Penelitian ini mengeksplorasi dampak Fear of Missing Out (FoMO) pada perilaku mahasiswa dengan fokus pada media sosial. Metode penelitian kuantitatif dilakukan dengan desain cross-sectional, melibatkan 77 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Nasional Pasim Bandung. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online, mengevaluasi aspek FoMO seperti "Need to be long," "Anxiety," "Addiction," dan "Need for Popularity." Hasil penelitian menunjukkan variasi respons mahasiswa terhadap FoMO. Beberapa menunjukkan pemahaman mendalam terhadap dinamika media sosial, sementara sebagian lain masih mencari validasi melalui konten populer. Mahasiswa yang tidak merasa kesal ketika tidak di-mention cenderung memiliki keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan online dan offline. Sebaliknya, mereka yang kesulitan menghentikan diri dari melihat update di media sosial sering mengalami tekanan yang mengganggu keseimbangan hidup. Pembahasan menyoroti pentingnya literasi digital dan manajemen waktu di lingkungan kampus untuk membantu mahasiswa mengelola dampak FoMO. Kesimpulan menekankan perlunya kesadaran akan keseimbangan dalam penggunaan media sosial dan saran implementasi program edukasi untuk mendukung kesejahteraan mental mahasiswa.