Oki Lukmanul Hakim
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GANGGUAN PERHATIAN/ INATENSI PADA ANAK (Studi Kasus Pada Peserta Didik Kober Gifari Kota Tasikmalaya) Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.326

Abstract

Gangguan perhatian atau inatensi adalah salah satu tipe dari ADHD dimana anak-anak dengan masalah utamanya terletak di rendahnya konsentrasi dan sangat mudah teralihkan perhatiannya dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Gangguan perhatian dapat mengganggu perkembangan anak dalam aspek pribadi, belajar dan sosial. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya gangguan perhatian pada siswa yaitu faktor genetik, faktor neurobiologis maupun faktor lingkungan yang merupakan tempat tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat gangguan perhatian dan bagaimana lingkungan keluarga dari masing-masing keempat subjek penelitian mempengaruhi gangguan perhatian tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan dua orang siswa sebagai subjek penelitian (Kn dan Hn). Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kedua siswa memiliki tingkat gangguan perhatian/ inatensi yang sedang. Hal tersebut ditandai dengan ketidakmampuan memusatkan perhatian, saat diajak bicara sering terlihat tidak mendengarkan, menolak terlibat dalam kegiatan yang memerlukan proses mental yang lama, sering bertindak ceroboh dan ketidakmampuan menjaga emosi. Faktor lingkungan keluarga memegang peran yang sangat penting dan yang paling berpengaruh adalah pola asuh orang tua. Dimana pola asuh yang sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yaitu pola asuh otoriter dan permisif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor lingkungan keluarga terutama pola asuh orang tua sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yang dialami anak. Rekomendasi bagi orang tua, hendaknya bisa menerapkan pola asuh demokratis agar dapat membantu anak mengatasi gangguan perhatian yang dialaminya sehingga anak dapat berkembang optimal.
MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESUNDAAN: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN KEAGAMAAN DI JAWA BARAT Budi Rahayu Diningrat; Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.469

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang dapat memperkuat identitas dan harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen PAI berbasis nilai-nilai Kesundaan dalam mendukung penguatan karakter mahasiswa dan harmoni sosial, khususnya di wilayah multikultural Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Data dianalisis menggunakan metode penjodohan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Kesundaan, seperti "silih asah, silih asih, silih asuh," efektif dalam meningkatkan solidaritas sosial, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Penggunaan teknologi digital sebagai alat pendukung pembelajaran memungkinkan perluasan jangkauan pendidikan, meskipun memerlukan pengelolaan etis untuk mencegah homogenisasi budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan manajemen PAI yang seimbang antara modernisasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Implikasi penelitian ini mencakup kontribusi pada teori pendidikan berbasis budaya lokal serta panduan praktis untuk pengelolaan PAI yang inklusif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan era digital. Studi lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan wilayah budaya guna memperkuat generalisasi temuan ini.
GANGGUAN PERHATIAN/ INATENSI PADA ANAK (Studi Kasus Pada Peserta Didik Kober Gifari Kota Tasikmalaya) Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.326

Abstract

Gangguan perhatian atau inatensi adalah salah satu tipe dari ADHD dimana anak-anak dengan masalah utamanya terletak di rendahnya konsentrasi dan sangat mudah teralihkan perhatiannya dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Gangguan perhatian dapat mengganggu perkembangan anak dalam aspek pribadi, belajar dan sosial. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya gangguan perhatian pada siswa yaitu faktor genetik, faktor neurobiologis maupun faktor lingkungan yang merupakan tempat tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat gangguan perhatian dan bagaimana lingkungan keluarga dari masing-masing keempat subjek penelitian mempengaruhi gangguan perhatian tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan dua orang siswa sebagai subjek penelitian (Kn dan Hn). Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kedua siswa memiliki tingkat gangguan perhatian/ inatensi yang sedang. Hal tersebut ditandai dengan ketidakmampuan memusatkan perhatian, saat diajak bicara sering terlihat tidak mendengarkan, menolak terlibat dalam kegiatan yang memerlukan proses mental yang lama, sering bertindak ceroboh dan ketidakmampuan menjaga emosi. Faktor lingkungan keluarga memegang peran yang sangat penting dan yang paling berpengaruh adalah pola asuh orang tua. Dimana pola asuh yang sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yaitu pola asuh otoriter dan permisif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor lingkungan keluarga terutama pola asuh orang tua sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yang dialami anak. Rekomendasi bagi orang tua, hendaknya bisa menerapkan pola asuh demokratis agar dapat membantu anak mengatasi gangguan perhatian yang dialaminya sehingga anak dapat berkembang optimal.
MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESUNDAAN: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN KEAGAMAAN DI JAWA BARAT Budi Rahayu Diningrat; Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.469

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang dapat memperkuat identitas dan harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen PAI berbasis nilai-nilai Kesundaan dalam mendukung penguatan karakter mahasiswa dan harmoni sosial, khususnya di wilayah multikultural Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Data dianalisis menggunakan metode penjodohan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Kesundaan, seperti "silih asah, silih asih, silih asuh," efektif dalam meningkatkan solidaritas sosial, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Penggunaan teknologi digital sebagai alat pendukung pembelajaran memungkinkan perluasan jangkauan pendidikan, meskipun memerlukan pengelolaan etis untuk mencegah homogenisasi budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan manajemen PAI yang seimbang antara modernisasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Implikasi penelitian ini mencakup kontribusi pada teori pendidikan berbasis budaya lokal serta panduan praktis untuk pengelolaan PAI yang inklusif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan era digital. Studi lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan wilayah budaya guna memperkuat generalisasi temuan ini.