Rahma Mardia
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Internalisasi Nilai Pendidikan Multibudaya Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Pengasuhan Ekologi Urie Bronfenbrenner dan Signifikansinya terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahma Mardia
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.328

Abstract

Mengintegrasikan cerita dan dongeng dari berbagai suku di Indonesia ke dalam kegiatan bercerita anak-anak dan mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai suku untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dapat membantu internalisasi nilai-nilai multibudaya dalam pembelajaran anak usia dini. Mengunjungi tempat ibadah, museum, atau lokasi permukiman suku-suku Indonesia tradisional Pendekatan pengasuhan ekologi Urie Bronfenbrenner melihat bagaimana berbagai sistem lingkungan (mikro, meso, ekso, dan makro) memengaruhi perkembangan anak usia dini dan menginternalisasi nilai pendidikan multibudaya. Keluarga dan lingkungan sosial anak-anak Indonesia sangat beragam dari segi ras, agama, budaya, dan suku (multikultural). Orang tua dan guru harus menanamkan keragaman ini pada anak-anak sejak dini melalui pendekatan ekologi. Selain itu, orang tua dan guru juga harus menggunakan pendekatan ekologi. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang mencerminkan jiwa dan semangat Pancasila. mengadopsi prinsip-prinsip Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan keagamaan secara sederhana. memberi orang tua dan guru contoh sikap dan perilaku yang mengikuti nilai Pancasila, seperti berdoa, memberi salam, dan tolong-menolong. menggunakan metode yang sesuai dengan fase perkembangan anak usia dini.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MULTIBUDAYA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN PENGASUHAN EKOLOGI URIE BRONFENBRENNER DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Rahma Mardia
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.465

Abstract

Mengintegrasikan cerita dan dongeng dari berbagai suku di Indonesia ke dalam kegiatan bercerita anak-anak dan mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai suku untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dapat membantu internalisasi nilai-nilai multibudaya dalam pembelajaran anak usia dini. Mengunjungi tempat ibadah, museum, atau lokasi permukiman suku-suku Indonesia tradisional Pendekatan pengasuhan ekologi Urie Bronfenbrenner melihat bagaimana berbagai sistem lingkungan (mikro, meso, ekso, dan makro) memengaruhi perkembangan anak usia dini dan menginternalisasi nilai pendidikan multibudaya. Keluarga dan lingkungan sosial anak-anak Indonesia sangat beragam dari segi ras, agama, budaya, dan suku (multikultural). Orang tua dan guru harus menanamkan keragaman ini pada anak-anak sejak dini melalui pendekatan ekologi. Selain itu, orang tua dan guru juga harus menggunakan pendekatan ekologi. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang mencerminkan jiwa dan semangat Pancasila. mengadopsi prinsip-prinsip Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan keagamaan secara sederhana. memberi orang tua dan guru contoh sikap dan perilaku yang mengikuti nilai Pancasila, seperti berdoa, memberi salam, dan tolong-menolong. menggunakan metode yang sesuai dengan fase perkembangan anak usia dini. 
Internalisasi Nilai Pendidikan Multibudaya Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Pengasuhan Ekologi Urie Bronfenbrenner dan Signifikansinya terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahma Mardia
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.328

Abstract

Mengintegrasikan cerita dan dongeng dari berbagai suku di Indonesia ke dalam kegiatan bercerita anak-anak dan mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai suku untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dapat membantu internalisasi nilai-nilai multibudaya dalam pembelajaran anak usia dini. Mengunjungi tempat ibadah, museum, atau lokasi permukiman suku-suku Indonesia tradisional Pendekatan pengasuhan ekologi Urie Bronfenbrenner melihat bagaimana berbagai sistem lingkungan (mikro, meso, ekso, dan makro) memengaruhi perkembangan anak usia dini dan menginternalisasi nilai pendidikan multibudaya. Keluarga dan lingkungan sosial anak-anak Indonesia sangat beragam dari segi ras, agama, budaya, dan suku (multikultural). Orang tua dan guru harus menanamkan keragaman ini pada anak-anak sejak dini melalui pendekatan ekologi. Selain itu, orang tua dan guru juga harus menggunakan pendekatan ekologi. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang mencerminkan jiwa dan semangat Pancasila. mengadopsi prinsip-prinsip Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan keagamaan secara sederhana. memberi orang tua dan guru contoh sikap dan perilaku yang mengikuti nilai Pancasila, seperti berdoa, memberi salam, dan tolong-menolong. menggunakan metode yang sesuai dengan fase perkembangan anak usia dini.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MULTIBUDAYA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN PENGASUHAN EKOLOGI URIE BRONFENBRENNER DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Rahma Mardia
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v6i1.465

Abstract

Mengintegrasikan cerita dan dongeng dari berbagai suku di Indonesia ke dalam kegiatan bercerita anak-anak dan mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai suku untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dapat membantu internalisasi nilai-nilai multibudaya dalam pembelajaran anak usia dini. Mengunjungi tempat ibadah, museum, atau lokasi permukiman suku-suku Indonesia tradisional Pendekatan pengasuhan ekologi Urie Bronfenbrenner melihat bagaimana berbagai sistem lingkungan (mikro, meso, ekso, dan makro) memengaruhi perkembangan anak usia dini dan menginternalisasi nilai pendidikan multibudaya. Keluarga dan lingkungan sosial anak-anak Indonesia sangat beragam dari segi ras, agama, budaya, dan suku (multikultural). Orang tua dan guru harus menanamkan keragaman ini pada anak-anak sejak dini melalui pendekatan ekologi. Selain itu, orang tua dan guru juga harus menggunakan pendekatan ekologi. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang mencerminkan jiwa dan semangat Pancasila. mengadopsi prinsip-prinsip Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan keagamaan secara sederhana. memberi orang tua dan guru contoh sikap dan perilaku yang mengikuti nilai Pancasila, seperti berdoa, memberi salam, dan tolong-menolong. menggunakan metode yang sesuai dengan fase perkembangan anak usia dini. 
PENGGUNAAN FLASHCARD BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA ALFABET ANAK USIA DINI DI RA AL HUDA KECAMATAN CIPEDES KOTA TASIKMALAYA Rahma Mardia; Elis Rohmayani
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2025): September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata alfabet merupakan fondasi awal dalam penguasaan literasi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal dan menggunakan kosakata alfabet melalui media pembelajaran flashcard bergambar. Penelitian dilakukan di RA Al Huda, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang terdiri atas tiga siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flashcard bergambar dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, menyebutkan, menulis, dan membaca kosakata alfabet. Peningkatan dapat terlihat dari perbandingan capaian pada tahap pra tindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. Pada siklus akhir, sebanyak 60% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 22,5% Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard bergambar merupakan strategi yang efektif dalam pembelajaran bahasa untuk anak usia dini.