This community service program aims to strengthen the Sumberrejo Village community's capacity to manage its potential in line with ecological values. Sumberrejo Village is rich in natural resources and local potential that has not been managed optimally and sustainably. Problems faced include low ecological awareness among the community, especially regarding waste disposal; limited institutional capacity within the village; and a lack of innovation in environmentally friendly utilization of natural resources. Therefore, strengthening capacity-building based on ecological values is an initiative to foster this awareness. This activity was implemented through a capacity-building approach with a participatory discussion forum with community leaders, village officials, and youth groups. The results of the activity showed an increase in community understanding of the importance of managing environmental potential, the emergence of a collective action plan based on ecological values, and strengthened cross-actor collaboration in village resource management. This activity is expected to become a model for village community empowerment that aligns with the principles of sustainable development.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Sumberrejo dalam tata kelola potensi desa berbasis nilai-nilai ekologis. Desa Sumberrejo memiliki kekayaan alam dan potensi lokal yang belum dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Permasalahan yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran ekologis masyarakat terutama pada kesadaran dalam membuang sampah, terbatasnya kapasitas kelembagaan desa, serta kurangnya inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Maka dari itu, penguatan capacity building berbasis nilai ekologis menjadi inisiasi untuk membangun kesadaran tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan capacity building dengan forum diskusi partisipatif dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kelompok pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya tata kelola potensi berbasis lingkungan, lahirnya rencana aksi kolektif berbasis nilai ekologis, serta penguatan kolaborasi lintas aktor dalam pengelolaan sumber daya desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan