Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Steam (Science, Technology, Engineering, Art, And Mathematic) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Critical Thinking And Problem Solving) Pada Anak Usia Dini Nur Indah Sukmawati; Nur Ika Sari Rakhmawati
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i1.238

Abstract

Revolusi industry 4.0 menuntut dunia pendidikan melakukan penyesuaian. Pada Pendidikan anak usia dini, kesiapan anak merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran agar generasi mereka mampu bersaing secara global demi menjawab tantangan abad 21. Namun hasil riset menunjukkan bahwa Pendidikan di Indonesia masih membutuhkan banyak ruang untuk perbaikan, khususnya pada pembelajaran matematika dan sains.. Guna mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pendekatan STEAM. Tujuan penelitian dengan pendekatan STEAM adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, diantaranya keterampilan memecahkan masalah dan berpikir kritis di TK Dewi Sartika Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Model penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimental dengan nonequivalent control group design. Sampel yang digunakan adalah 56 anak berusia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dengan nilai pretest-posttest sebagai jumlah yang akan diuji. Dari uji besarnya pengaruh variabel didapatkan bahwa antara nilai pretest-posttest mengalami peningkatan sebanyak 14,43. Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis STEAM dapat digunakan sebagai stimulasi untuk meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Anak Usia Dini.
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Berjalan Jinjit Anak Usia 3–4 Tahun Melalui Papan Titian Modifikasi Ucik Nur Hidayati; Nur Ika Sari Rakhmawati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol. 11 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar berjalan jinjit anak usia 3–4 tahun melalui media papan titian modifikasi di PPT Kemuning Indah Surabaya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, penelitian, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 8 anak usia 3–4 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berjalan jinjit dari pra-siklus ke siklus II. Pada pra-siklus, hanya 25% anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus I meningkat menjadi 38%, dan pada siklus II mencapai 75%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media papan titian modifikasi efektif dalam menstimulasi keseimbangan, koordinasi tubuh, dan keberanian anak dalam melakukan aktivitas berjalan jinjit. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dalam mengembangkan aspek motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini merekomendasikan agar guru PAUD memanfaatkan media papan titian modifikasi sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran fisik di kelas.  Abstract: This study aims to improve the gross motor skill of tiptoe walking in children aged 3–4 years through the use of modified balance beam media at PPT Kemuning Indah Surabaya. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection stages. The subjects consisted of eight children aged 3–4 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed a significant increase in tiptoe walking skills from the pre-cycle to the second cycle. In the pre-cycle, only 25% of children achieved the “Developing as Expected” category. This increased to 38% in cycle I and 75% in cycle II. The improvement indicates that modified balance beams are effective in stimulating children's balance, body coordination, and confidence in performing tiptoe walking. These findings highlight the importance of using innovative and engaging learning media to develop gross motor skills in early childhood. The study recommends that early childhood educators integrate balance beam activities into physical learning sessions in the classroom.
Pengaruh Pembelajaran STEAM Terhadap Peningkatan Pemahaman Lingkungan Geografis Pada Anak Usia 5-6 Tahun Atikah Isnaini Fitri Sofian; Nur Ika Sari Rakhmawati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.368

Abstract

STEAM learning is one of the appropriate learning and support the demands of the 21st century. This learning is a contextual learning where children are invited to understand and observe the events that occur near them. Children need to be given the opportunity to relate to the surrounding environment which can be done through learning about the geographical environment. This study aims to determine the difference in the ability to understand the geographical environment between groups that use STEAM Learning with groups that do not use STEAM learning. The method used is quantitative with the type of research quasi experimental design that uses non-equivalent control group design. The samples used were 24 children with an age range of 5-6 years in kindergarten located in Kembangbahu District, Lamongan regency. This study used 2 kindergartens in Kembangbahu subdistrict, Lamongan regency consisting of an experimental group and a control group. The results showed that there is an influence of STEAM learning to understand the geographical environment of children aged 5-6 years as evidenced by the results of hypothesis testing post-test data obtained the value of asymmp. sig. (2-tailed) 0.004 is smaller than 0.05. In addition, there was an increase in the average value of understanding the geographical environment from pre-test to post-test after being given treatment in the form of STEAM learning in the experimental class.