Dhena Ria Barleany, Akbar Gunawan, Sabili Ikhwananda,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA PEMBANGUNAN SALURAN 5 TAHAP 3 DI PT. KRAKATAU SARANA PROPERTI Dhena Ria Barleany, Akbar Gunawan, Sabili Ikhwananda,; Ikhwananda, Sabili; Barleany, Dhena Ria
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol 4, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jointech.v4i1.9923

Abstract

Kemajuan industri di Indonesia saat ini semakin maju dan kemajuan tersebut belum diimbangi dengan perhatian terhadap pemahaman dan penyelesaian keselamatan kerja secara tepat. Setiap kegiatan kerja pasti akan memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja. Menemukan dan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko dan mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengendalikan risiko pada pembangunan saluran kerenceng 5 tahap 3 dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). 7 sumber yang menimbulkan potensi bahaya yaitu pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri (APD) pada saat pemecahan batu, jembatan yang tidak aman, menyusun batu, puing-puing batu yang berserakan, pekerja yang tidak menggunakan APD saat pengadukan semen dengan mesin, tanah yang tidak rata dan alat berat penggali yang telalu dekat dengan pekerja Pada potensi bahaya yang disebabkan oleh tanah yang tidak rata di pembangunan saluran, memiliki risiko bahaya adalah terpelosok dan melukai pekerja yang melewati. Maka dilakukan pengendalian eliminasi dengan cara meratakan tanah atau diberi palang dan tanda. Pada potensi bahaya yang disebabkan oleh alat berat penggali yang terlalu dekat dengan pekerja di pembangunan saluran kerenceng 5 tahap 3,memiliki risiko bahaya adalah pekerja yang melewatinya bisa terkena alat berat penggali. Maka dilakukan pengendalian teknologi dengan cara memberikan batas berupa palang dan tanda