Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP) PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET, DAN INOVASI DAERAH (BAPPERIDA) KOTA BANDAR LAMPUNG GUNA MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Shafira Hanum Putri Jauhari; Dini Rosdini
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 6 No. 4 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v6i4.4278

Abstract

Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas kinerja instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan implementasi SAKIP di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandar Lampung serta pengaruhnya terhadap tata kelola pemerintahan dan kualitas hidup masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKIP di Bapperida Kota Bandar Lampung telah meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas birokrasi. Peningkatan ini terlihat dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan penerapan sistem monitoring yang efektif. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan meningkat, yang berdampak positif pada kualitas pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam penerapan SAKIP, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan, dan masalah komunikasi serta koordinasi antarinstansi. Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, diperlukan peningkatan kompetensi SDM, komunikasi yang efektif, dan kolaborasi yang lebih baik antar instansi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SAKIP di Bapperida Kota Bandar Lampung telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja birokrasi dan kualitas hidup masyarakat, namun masih diperlukan strategi khusus untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemandirian Keuangan Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum Muhammad Luthfi Nurhadi; Dini Rosdini
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 1 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jakp.v1i3.203

Abstract

Financial independence of Public Service Agency (BLU) higher education institutions is a condition where BLU higher education institutions no longer depend on the allocation of the State Budget and can optimize their resources to generate income to cover operational and capital expenditures to improve service quality. However, BLU in the education sector, the majority of which are higher education institutions, have a low level of financial independence compared to BLU in other sectors. This study aims to identify factors that influence the level of financial independence of BLU higher education institutions. This study uses secondary data in the form of financial reports of 25 BLU higher education institutions during the 2019-2023 period obtained through the Ministry of Finance's PPID page. The sampling method used is purposive sampling. This study uses quantitative research methods and multiple linear regression analysis methods. The results of the study show that the COVID-19 Pandemic, Organizational Size, and Asset Management have a significant positive effect on the Level of Financial Independence of BLU higher education institutions, while Organizational Age and Cash Optimization do not have a significant effect.