Arif Muntaqo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KH. Dr. JALALUDDIN RAKHMAT, M.Sc Arif Muntaqo
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2021): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v13i2.222

Abstract

Tujuan Pendidikan Islam diantaranya adalah mampu memberikan internalisasi nilai-nilai spiritual yang mengantarkan pada keakraban, cinta, keberanian, nilai eskatis dan kemabukan dalam diri sang Khaliq (Allah). Perumusan tujuan pendidikan Islam perlu dilakukan hingga penyusunan kurikulum yang sesuai dan metodenya. Hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses pendidikan yang didalamnya terdapat hambatan dan rintangan. Tujuan pendidikan dapat dicapai jika seluruh stakeholder dalam Lembaga Pendidikan tersebut bersatu dalam cara pandang memberikan layanan Pendidikan. Dalam dunia pendidikan Islam banyak tokoh yang dapat kita ambil ilmunya dengan mempelajari sejarah tokoh atau pimikiran-pemikirannya salah satunya yaitu K.H Dr. Jalaluddin Rakhmat, MS.C, Tapi ironisnya para cendikiawan Islam di Indonesia lebih mengenal tokoh-tokoh barat tanpa melakukan filterisasi terhadap kebudayaan barat. Pemikiran pendidikan K.H Dr. Jalaluddin Rakhmat, MSc perlu untuk dijadikan referensi pada praktek pendidikan dewasa ini, dimana beliau dapat membumikan pemikiran pendidikan barat pada pendidikan Islam yang ada di Indonesia.
Kompetensi Guru Menurut K.H Hasyim Asy’ari dan Urgensinya dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 Arif Muntaqo
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2021): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v13i1.328

Abstract

Indonesia sekarang dalam era global, bagian dari masyarakat dunia dimana batas negara semakin tipis yang didalamnya semua negara bersaing. Untuk dapat memenangkan persaingan global, maka sumber daya masyarakat harus ditingkatkan. 100 tahun setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, tahun 2045 adalah tahun kebangkitan Indonesia yang disebut dengan dengan Indonesia Emas. Kunci dapat menyongsong tersebut yaitu melalui pendidikan. Guru adalah salah satu komponen yang sangat berpengaruh pada maju tidaknya pelaksanaan pendidikan. Oleh karena memajukan pendidikan pertama yang dilakukan adalah memejukan gurunya. Ada 4 kompetensi guru berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi bahwa ada 4 kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, Kompetensi sosial, kompetensi profesional. Pemikiran-pemikitan pendidikan dari K.H Hasyim Asy’ari yang beliau tuangkan dalam kitab adabul Alim wal Muta’alim dapat menjadi satu pijakan real dalam peningkatan masing-masing 4 kompetensi tersebut diatas. Ditengah tantangan dan hambatan Indonesia dalam meningkatkan pendidikan dengan dinamika yang ada pemikitan pendidikan K.H Hasyim Asy’ari sangat urgen sekali dalam peningkatan kompetensi guru untuk berhasilnya menyongsong Indonesia Emas 2045.
Efektivitas Metode Pembiasaan Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas VII MTs Model Ihsaniyah Kota Tegal Wulan Mulyana; Arif Muntaqo
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2022): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v14i2.334

Abstract

This research is motivated by the low attention of schools to the religious character of students. In the age of advanced technology, many students are swayed by various kinds of information and content on free social media so that students cannot sort out which things are good and which things are bad for their character. The interesting thing is that in MTs Model Ihsaniyah Tegal always applies the habituation method every day before learning with the aim of shaping student character. This study used a quantitative approach with an experimental method with a pre-experimental research design type one group pretest-postest design. The sample of this research was all seventh grade students at MTs Model Ihsaniyah Tegal with a total of 43 people. The results of this study are: (1) The application of habituation method in MTs Model Ihsaniyah Tegal City is classified as sufficient. This is evident from the posttest results of seventh grade students there is an increase in student character building, that there are 23 students with a percentage of 53.5% who are in the category of always applying the habituation method, and 20 students with a percentage of 46.5% who are in the category of often applying the habituation method. (2) The religious character of seventh grade students at MTs Model Ihsaniyah is classified as sufficient. This is evident from the average results of the pretest assessment of religious character before treatment is 25.86 and the average results of the posttest assessment of students' religious character after treatment is 32.60. (3) The habituation method is effective on the formation of religious character of seventh grade students at MTs Model Ihsaniyah Tegal City. This is evident from the results of research showing that t0 is greater than tt at the 5% significance level comparing the magnitude of "t" that researchers obtained (t0 = 16.68) and the magnitude of "t" listed on tt which is 2.62 (16.68> 2.62) which means Ha is accepted and H0 is rejected and means that there is effectiveness of variable X on variable Y.