Fajarini, Dratia Eka
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Tentang Penyakit Lupus dan Dukungan Sosial dari Orang Terdekat Terhadap Interaksi Sosial Odapus di Lingkungan Masyarakat Fajarini, Dratia Eka; Afifah, Efy
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 11 No 40 (2024): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v11i40.383

Abstract

Penyakit lupus merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Orang dengan lupus disebut dengan odapus. Perubahan fisik dan berbagai masalah psikologis merupakan dampak dari penyakit lupus. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penyakit lupus dan dukungan sosial dari orang terdekat berperan penting terhadap interaksi sosial odapus di lingkungan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang penyakit lupus dan dukungan sosial dari orang terdekat terhadap interaksi sosial odapus di lingkungan masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan melibatkan 77 odapus di RS X Jakarta dan RS Y Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang penyakit lupus dan interaksi sosial odapus di lingkungan masyarakat (p=0,05; α=0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dari orang terdekat dan interaksi sosial di lingkungan masyarakat (p=0,244; α=0,05). Penelitian ini menyarankan perawat sebagai tenaga kesehatan perlu untuk memberikan informasi tentang penyakit lupus kepada odapus dan orang terdekatnya sehingga orang terdekat mampu memberikan dukungan sosial yang maksimal kepada odapus. Pada akhirnya, odapus pun mampu berinteraksi dengan orang lain di lingkungan masyarakat. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi data penunjang untuk menyempurnakan penelitian selanjutnya terkait penyakit lupus.