Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Sosial dengan Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro Provinsi Lampung Tahun 2023 Deswara, Primadatu
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 11 No 41 (2024): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v11i41.396

Abstract

Risiko terjadinya penularan DBD apabila di suatu daerah kedapatan seorang penderita DBD, maka masyarakat di sekitar penderita tersebut berisiko untuk tertular. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan sosial dengan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD). Studi cross-sectional (potong lintang) dilakukan di Kota Metro. Penelitian berlangsung dari bulan Januari-Juli 2023. Peneliti memilih secara acak 350 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Angka kesakitan DBD ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis klinis dan laboratoris. Lingkungan sosial (kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan tidur pagi/sore, dan partisipasi masyarakat dalam PSN) diperoleh dari hasil kuesioner. Setelah itu analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik untuk mendapatkan nilai OR dari lingkungan sosial dengan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada masyarakat. Angka kesakitan (Insidens Rate/IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro Provinsi Lampung sebesar 39 per 100.000 penduduk. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial (kebiasaan menggantung pakaian (p=0,004), kebiasaan tidur pagi/sore (p=0,047), dan partisipasi masyarakat dalam PSN (p=0,022)) dengan angka kesakitan DBD. Akhirnya, kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan sosial berhubungan signifikan dengan angka kesakitan DBD.
HEALTH PROBLEMS OF PROSPECTIVE HAJJ PILGRIMS IN METRO CITY IN 2024 Alifia, Suci; Deswara, Primadatu
Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Vol. 4 No. 2 (2024): Multazam: Jurnal Manajemen Haji dan Umrah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/multazam.v4i2.9744

Abstract

Health during the Hajj pilgrimage is very important. Most Hajj pilgrims in Indonesia have high health risks. The purpose of the Hajj pilgrim health examination is to identify the health risk factors of Hajj pilgrims that can cause health problems while they are worshiping in the holy land. By knowing these health risk factors, control can be carried out from when the Hajj pilgrims are in their homeland until during the Hajj pilgrimage in the holy land. This descriptive study uses observation, interviews, and documentation. The Regulation of the Minister of Health (Permenkes) Number 15 of 2016 regulates the health istithaah of Hajj pilgrims, which is the main requirement for the departure of Hajj pilgrims. High-risk Hajj pilgrims are defined as Hajj pilgrims who have health conditions that epidemiologically have the potential to experience health problems. Anticipation of high-risk prospective hajj pilgrims considers that the health capability (Istithaah) of prospective hajj pilgrims is tightened to reduce the negative impact on pilgrims who are included in the high-risk category. The percentage of prospective hajj pilgrims with heart disease, lungs, mental health, diabetes, and hypertension reaches 67%.