Penelitian ini memanfaatkan rimpang sereh dan daun kemangi yang dibuat dalam bentuk sediaan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan kandungan senyawa metabolit sekunder sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum), mengetahui hasil evaluasi sediaan, serta mengetahui efektivitas antipiretiknya. Metode yang digunakan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder adalah uji skrining fitokimia, evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji organoleptis dan uji pH, serta metode untuk uji antipiretik yaitu menggunakan hewan mencit yang diberikan pepton sebagai penginduksi demamnya. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan teh herbal dibuat dalam 3 formulasi, memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan juga polifenol, hasil pH yang diperoleh yaitu 6 pada formulasi 1 dan 2, pada formulasi 3 yaitu 5. Hasil uji antipiretik sediaan teh herbal positif dapat menurunkan demam. Kesimpulannya adalah formulasi sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) dibuat dengan berbagai perbandingan yaitu F1 0,30:1,70, F2 1,70: 0,30, dan F3 1:1. Kandungan metabolit sekunder yang terkandung didalam sediaan tersebut adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan plifenol. Hasil evaluasi pada ketiga formulasi sama-sama memiliki rasa pedas khas dan berbentuk serbuk kasar. formulasi satu memiliki karakteristik warna hijau tua, dan bau khas daun kemangi. pH yang diperoleh pada formulasi 1 dan 2 adalah 6 sedangkan pada formulasi 3 adalah 5. Sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kemampuan sebagai antipiretik, formulasi terbaik sebagai antipiretik terdapat pada formulasi satu.