Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maskulinitas Beracun pada Laki-Laki Pelaku Cosplay Anime Jepang Noor, Muhammad Aidin; Damaiyanti , Varinia Pura
Huma: Jurnal Sosiologi Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/h-js.v3i4.334

Abstract

The emergence of men as cosplayers changes society's view of the role of men who are considered to always be dominant. The purpose of this study is to find out and describe the behaviour represented by men, especially for Japanese anime cosplayers and to find out how society treats the behaviour shown. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. While data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses data reduction steps, data presentation and conclusion drawing. This research uses Lamert's labelling theory and Derrida's social deconstruction. The results showed that there is labelling given by society to cosplayers. In addition, there is a change in meaning in the social view that has been formed, which has turned into a new understanding. Male cosplayers acknowledge that crossdressing is a way for them to channel their hobbies and express themselves in the midst of a society that always demands men to have a masculine spirit. However, society still cannot fully accept the existence of men who behave and look like women, because they see restrictions on the values and norms that apply in society. Labelling includes wibu smelly onions and introverts, men who cosplay strangely, sissies and bencong, perverts to fanservice and are part of the LGBT who are considered sexual criminals. The social deconstruction obtained is that not all masculine is always associated with body shape and behaviour, but rather the purpose and how they behave in the surrounding environment.
NEGOSIASI PEREMPUAN DALAM PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANJARMASIN Riyanti, Ervi; Damaiyanti , Varinia Pura
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i1.239

Abstract

Fenomena Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap aspek perekonomian dunia yang menjalar sampai ke sektor ekonomi keluarga, kondisi tersebut mengakibatkan sebuah perceraian. Dalam penelitian ini perceraian terjadi karena diajukan oleh pihak isteri (cerai gugat) di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Negosiasi Perempuan terhadap Perceraian yang dialaminya, yang disebabkan oleh faktor ekonomi di masa Pandemi Covid-19 yang ada di kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Feminist Method, informan dalam penelitian ini adalah perempuan yang telah bercerai. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori struktur fungsional dan teori konflik Hasil penelitian menemukan ada beberapa penyebab terjadinya perceraian pada masa Pandemi Covid-19 diantaranya ialah masalah ekonomi keluarga bahkan pemicu dari penyebab pertengkaran terus menerus pun didasari oleh faktor ekonomi, sifat dan perlakuan suami yang kasar, berbeda tujuan dalam menjalankan rumah tangga dan juga faktor lainya. Namun hal tersebut sudah diantisipasi dengan berbagai macam upaya seperti 1). Membantu dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga 2). Mengurangi pengeluaran ekonomi rumah tangga, 3). Menjadi support system untuk suami. Selain beberapa upaya yang dilakukan untuk menghidari terjadinya perceraian pasangan suami isteri pun juga pernah saling menegosiasikan dalam pemenuhan nafkah seperti isteri membantu suami dalam mencari nafkah untuk pemenuhuan nafkah. Namun hasil dari upaya dan negosiasi tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, pada akhirnya dampak dari Pandemi Covid-19 ini memiliki efek seperti efek domino sampai ke ekonomi keluarga yang mengakibatkan konflik yang berujung pada perceraian