Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbankan Syariah : Prinsip yang Diamal dan Manfaat yang Didapat Erly Rizky Kamalia
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v12i2.5724

Abstract

Abstrak : Perbankan syariah memiliki prospek yang menjanjikan. Selain sebagai lembaga simpan pinjam, juga merupakan lembaga pengelolaan keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip humanis, adil dan berorientasi pada kemaslahan bersama sesuai norma syariat Islam agar terhindar dari unsur-unsur yang dilarang dalam Islam. Tidak diperbolehkan adanya riba merupakan salah satu prinsip yang telah menyelamatkan Bank Syariah dan nasabahnya dari krisis moneter. Dalam Islam bunga dilarang sehingga seluruh transaksi berdasarkan pola jual beli. Di samping itu, semua aspek perbankan yang baik sebagai mana terdapat pada pengelolaan perbankan konvensional seperti prinsip 5 C (capital, collateral, capacity, character, and condition) dijalankan dengan sebaik-baiknya mengingat ada aspek ukhrawi dalam pengelolaan dana perbankan syariah. Secara umum lembaga keuangan perbankan syariah memiliki produk untuk menghimpin dana (funding), menyalurkan dana (lending), dan layanan jasa (service). Kata kunci : Bank Syariah, prinsip, manfaat
Peringatan Hari Kemerdekaan Sebagai Upaya Penguatan Moderasi Beragama di Dusun Gupit Erly Rizky Kamalia; Lailatun Nadipah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 2 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v6i2.2117

Abstract

The promotion of religious moderation is crucial to be implemented in Dusun Gupit, considering the religious diversity among its residents, who consist of both Muslims and Buddhists. Following the "Religious Moderation Dialogue" held in the village, a follow-up activity titled the "August Competition with a Religious Moderation Theme" was organized as part of the 78th Independence Day celebration of the Republic of Indonesia. This event also aimed to reinforce the four pillars of Religious Moderation: national commitment, tolerance, rejection of violence, and the preservation of local wisdom. The activity adopted the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the strengths and potential within the local community. The implementation showed strong enthusiasm and positive reception from the residents, as evidenced by the absence of conflict or friction among participants throughout the event. The objectives were considered successfully achieved, marked by a high level of interfaith collaboration and solidarity. Moving forward, it is hoped that harmony among residents will continue to flourish, regardless of religious background, as a concrete manifestation of tolerance and a preventive measure against radicalism.