Krisis moral yang melanda masyarakat modern memerlukan upaya komprehensif untuk menanganinya. Penelitian ini mengeksplorasi relevansi nilai-nilai keagamaan Kristen dalam mengatasi krisis moral tersebut. Tujuannya adalah mengkaji bagaimana nilai-nilai seperti kasih, keadilan, integritas, dan pengampunan dapat diadaptasi dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat modern yang cenderung materialistis dan sekuler. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan analisis isi dan analisis wacana terhadap sumber-sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan Kristen memiliki potensi besar untuk mengatasi krisis moral dengan menanamkan fondasi moral yang kokoh. Nilai-nilai tersebut mendorong penerapan dalam kehidupan sehari-hari serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan kontemporer. Krisis moral seperti degradasi etika, individualisme berlebihan, perilaku menyimpang, dan kurangnya penghayatan spiritual dapat diatasi dengan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan Kristen secara efektif. Strategi implementasi meliputi penguatan pendidikan agama Kristen dengan kurikulum relevan dan metode pengajaran kontekstual. Selain itu, keterlibatan aktif gereja dan organisasi keagamaan melalui kegiatan seperti kebaktian, konseling, dan pelayanan sosial juga penting. Peran lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan moral dan karakter anak sangat krusial, dengan orang tua menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Kristen. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan media massa diperlukan untuk mempromosikan nilai-nilai moral dan etika secara komprehensif. Penelitian ini berkontribusi pada upaya mengatasi krisis moral dan memperkaya wawasan tentang peran agama dalam pembangunan moral bangsa.