Siregar , Muhammad Nuh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS HADIS ‘AQIQAH RIWAYAT ABŪ DĀWUD Amallindah, Amallindah; Siregar , Muhammad Nuh; Munandar , Munandar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kualitas hadis tentang jumlah hewan ‘aqiqah riwayat Abu Dawud memiliki kualitas ḍa‘īf. Karena dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak diketahui riwayat hidupnya yaitu Habibah binti Maisarah, namun perawi tersebut dinilai maqbul oleh Ibnu Hajar. Secara keterkaitan, sanad di atas seluruhnya bersambung antara murid dan guru (ittiṣāl). Begitu juga dengan matan hadisnya, penulis tidak menemukan syāż dan ‘illat pada matan hadis di atas berdasarkan kritik matan yang dirumuskan al-Idlibi. Dengan demikian, hadis riwayat Abu Dawud yang menjadi hadis primer dalam penelitian ini memiliki kualitas ḥasan karena banyaknya jalur yang meriwayatkannya. Selanjutnya, pemahaman hadis tentang jumlah hewan yang disembelih pada salat aqiqah dalam perspektif hadis melibatkan analisis teks-teks hadis yang relevan serta penjelasan dari para ulama tentang makna dan penafsiran hadis-hadis tersebut. Dalam perspektif hadis, jumlah hewan yang disembelih pada salat ‘aqiqah, yaitu dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh para sahabat. Para ulama hadis menganggap ketentuan ini sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, dengan fleksibilitas berdasarkan kemampuan individu. Inti dari ‘aqiqah adalah mengekspresikan rasa syukur kepada Allah Swt dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, serta menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Saw.
KUALITAS HADIS ‘AQIQAH RIWAYAT ABŪ DĀWUD Amallindah, Amallindah; Siregar , Muhammad Nuh; Munandar , Munandar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kualitas hadis tentang jumlah hewan ‘aqiqah riwayat Abu Dawud memiliki kualitas ḍa‘īf. Karena dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak diketahui riwayat hidupnya yaitu Habibah binti Maisarah, namun perawi tersebut dinilai maqbul oleh Ibnu Hajar. Secara keterkaitan, sanad di atas seluruhnya bersambung antara murid dan guru (ittiṣāl). Begitu juga dengan matan hadisnya, penulis tidak menemukan syāż dan ‘illat pada matan hadis di atas berdasarkan kritik matan yang dirumuskan al-Idlibi. Dengan demikian, hadis riwayat Abu Dawud yang menjadi hadis primer dalam penelitian ini memiliki kualitas ḥasan karena banyaknya jalur yang meriwayatkannya. Selanjutnya, pemahaman hadis tentang jumlah hewan yang disembelih pada salat aqiqah dalam perspektif hadis melibatkan analisis teks-teks hadis yang relevan serta penjelasan dari para ulama tentang makna dan penafsiran hadis-hadis tersebut. Dalam perspektif hadis, jumlah hewan yang disembelih pada salat ‘aqiqah, yaitu dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh para sahabat. Para ulama hadis menganggap ketentuan ini sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, dengan fleksibilitas berdasarkan kemampuan individu. Inti dari ‘aqiqah adalah mengekspresikan rasa syukur kepada Allah Swt dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, serta menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Saw.