Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi sebagai Material Pendukung TiO2 untuk Aplikasi Reduksi Logam Berat Kromium(VI) Sutisna, Sutisna; Yaqin, Moh. Nazib Abdulloh; A'yun, Qurrota; Alfiela, Willda Dian; Ilmiyah, Inayatul; Zakaria, Helmy Adam
POSITRON Vol 14, No 1 (2024): Vol. 14 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v14i1.72650

Abstract

Pemanfaatan ampas kopi sebagai material pendukung katalis TiO2 tidak hanya berpotensi untuk mengurangi limbah kopi yang belum dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat berperan dalam upaya pengolahan limbah logam berat Cr(VI) yang berbahaya. Salah satu cara pengolahan limbah logam berat Cr(VI) adalah dengan mereduksinya menjadi Cr(III) yang relatif lebih aman dan tidak toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi, komposisi unsur, luas permukaan spesifik, dan porositas dari material komposit TiO2-Ampas Kopi (TiO2-AK). Material TiO2-AK disintesis menggunakan metode hidrotermal dengan memvariasikan komposisi massa antara TiO2 dengan AK (1:9, 2:8, 3:7, dan 4:6). Material hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS dan adsorpsi-desorpsi nitrogen. Selain itu, dikaji juga aktivitas fotokatalitik material hasil sintesis dalam mereduksi Cr(VI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TiO2 berhasil menempel pada permukaan ampas kopi. Material komposit TiO2-AK yang disintesis memiliki struktur mesoporous dengan luas permukaan spesifik berkisar antara 23,354 m2/g hingga 30,281 m2/g. Penggunaan adsorben ampas kopi sebagai material pendukung TiO2 membentuk sinergi yang baik antara mekanisme adsorpsi dan fotokatalitik sehingga dapat mereduksi Cr(VI) dengan lebih cepat. Aktivitas fotokatalitik paling tinggi ditunjukkan oleh material TiO2-AK dengan variasi massa 2:8 yang mampu mereduksi Cr(VI) hingga 61,8% dalam waktu 6 jam iradiasi sinar UV.
Pemodelan Prediktif Ultimate Tensile Strength pada Aluminum Wire Rod: Evaluasi MLR, XGBoost, dan FNN Yaqin, Moh. Nazib Abdulloh; Prasetyo, Agung
Journal of Electronics and Instrumentation Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jei.v3i1.60002

Abstract

Ultimate Tensile Strength (UTS) merupakan salah satu parameter kunci dalam evaluasi kualitas aluminum wire rod (batang kawat aluminum), di mana variasi kecil pada kondisi proses dapat menghasilkan perubahan signifikan pada sifat mekaniknya. Pengendalian proses yang akurat memerlukan model prediktif yang mampu menangkap hubungan linear maupun non-linear antara parameter proses dan respons material. Penelitian ini bertujuan membangun dan membandingkan performa tiga model prediksi yaitu Multiple Linear Regression (MLR), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), dan Feedforward Neural Network (FNN) untuk mengestimasi UTS berdasarkan tiga variabel proses utama yaitu suhu casting, kecepatan rolling, dan laju pendinginan. Dataset sintetik berjumlah 10.000 sampel digunakan sebagai dasar analisis. MLR dilatih tanpa feature engineering maupun data balancing untuk mengevaluasi kemampuan dasar model linear. Sebaliknya, FNN dan XGBoost memanfaatkan sembilan fitur hasil feature engineering (interaksi dan kuadratik), serta teknik balancing berupa extreme oversampling dan middle undersampling untuk memperbaiki representasi data ekstrem. Optimasi hiperparameter pada FNN dan XGBoost dilakukan menggunakan Bayesian optimization (Optuna), dan seluruh model dievaluasi menggunakan R², RMSE, MAE, analisis residual, serta cross-validation 5-fold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XGBoost menghasilkan performa paling unggul dengan R² = 0,8798, RMSE = 4,2976 MPa, dan MAE terendah di antara ketiga model. XGBoost juga menjadi satu-satunya model yang mampu memprediksi nilai UTS ekstrem secara konsisten. FNN memberikan performa menengah dengan peningkatan signifikan setelah feature engineering dan data balancing, tetapi tetap memiliki keterbatasan pada data ekstrem. MLR menunjukkan performa terendah akibat ketidakmampuan menangkap hubungan non-linear dan sensitivitas terhadap distribusi data. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa XGBoost memiliki kapabilitas paling kuat dalam memodelkan perilaku UTS aluminum wire rod dan berpotensi diimplementasikan sebagai sistem pendukung keputusan pada proses produksi.