Sudaryanto, Wahyu Tri
Program Studi Profesi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Balance Exercise Dan Strengthening Terhadap Peningkatan Fungsional Pada Neuropati Diabetic Tipe 1 E.C Pad: Laporan Kasus Azizah, Izza Nur; Sudaryanto, Wahyu Tri; Kingkinarti, Kingkinarti
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19571

Abstract

Neuropati perifer diabetik merupakan keluhan diabetes melitus tersering yang menyerang di ekstremitas bawah dan secara khusus mempengaruhi sistem sensorik, motorik, dan otonom. Neuropatik ini diakibatkan oleh lesi atau penyakit pada somatosensori dan biasanya ciri khasnya dengan mati rasa spontan, kesemutan, atau nyeri terbakar. Pada kasus ini pasien mengalami keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, penurunan keseimbangan dan kualitas hidup yang terganggu. Pelaksanaan program fisioterapi pengaruh pemberian intervensi fisioterapi berupa balance exercise dan strengthening exercise yang dilakukan selama 3 kali sesi terapi, didapatkan hasil berupa peningkatan ROM pada kedua ankle, terjadi penurunan hasil TUG Test, peningkatan keseimbangan dan peningkatan kualitas hidup pasien
Pengaruh Pemberian Balance Exercise Dan Strengthening Terhadap Peningkatan Fungsional Pada Neuropati Diabetic Tipe 1 E.C Pad: Laporan Kasus Azizah, Izza Nur; Sudaryanto, Wahyu Tri; Kingkinarti, Kingkinarti
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19571

Abstract

Neuropati perifer diabetik merupakan keluhan diabetes melitus tersering yang menyerang di ekstremitas bawah dan secara khusus mempengaruhi sistem sensorik, motorik, dan otonom. Neuropatik ini diakibatkan oleh lesi atau penyakit pada somatosensori dan biasanya ciri khasnya dengan mati rasa spontan, kesemutan, atau nyeri terbakar. Pada kasus ini pasien mengalami keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, penurunan keseimbangan dan kualitas hidup yang terganggu. Pelaksanaan program fisioterapi pengaruh pemberian intervensi fisioterapi berupa balance exercise dan strengthening exercise yang dilakukan selama 3 kali sesi terapi, didapatkan hasil berupa peningkatan ROM pada kedua ankle, terjadi penurunan hasil TUG Test, peningkatan keseimbangan dan peningkatan kualitas hidup pasien