Sugiatmi, Sugiatmi
Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten Rahmi, Rahmi; Sugiatmi, Sugiatmi
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24949

Abstract

Stunting merupakan masalah dalam tumbuh kembang anak di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Balita yang mengalami stunting akan menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 27,5%. Hal ini merupakan penyebab Kabupaten Lebak menjadi kabupaten dengan peringkat kedua terbanyak kasus stunting di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Pengambilan data status gizi balita menggunakan pengukuran antropometri TB/U dengan alat ukur stadiometer. Data status penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, pendidikan dan pengetahuan orang tua menggunakan wawancara dan kuesioner, dan data asupan energi dan protein melalui recall 2x24 jam. Penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Status gizi balita stunting 60,8% (48) balita dan 39,2% (31) balita memiliki status gizi normal. Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting, (p<0,05).  Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Penyakit infeksi, ASI eksklusif, Pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten Rahmi, Rahmi; Sugiatmi, Sugiatmi
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24949

Abstract

Stunting merupakan masalah dalam tumbuh kembang anak di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Balita yang mengalami stunting akan menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 27,5%. Hal ini merupakan penyebab Kabupaten Lebak menjadi kabupaten dengan peringkat kedua terbanyak kasus stunting di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Pengambilan data status gizi balita menggunakan pengukuran antropometri TB/U dengan alat ukur stadiometer. Data status penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, pendidikan dan pengetahuan orang tua menggunakan wawancara dan kuesioner, dan data asupan energi dan protein melalui recall 2x24 jam. Penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Status gizi balita stunting 60,8% (48) balita dan 39,2% (31) balita memiliki status gizi normal. Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting, (p<0,05).  Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Penyakit infeksi, ASI eksklusif, Pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita