Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN ARSITEKTUR BERLAPIS UNTUK PENGEMBANGAN APLIKASI DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN APLIKASI DI PEMERINTAHAN PROVINSI JAWA BARAT Ramdhani, Taufik Iqbal
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 10 No 01 (2024): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v10i1.328

Abstract

The Electronic-Based Government System (EBGS) includes regulations for application development in the context of digital transformation to enhance public services. However, the increasing innovation in the government sector faces challenges in governing and standardizing application development technology, especially for specific applications in the West Java Provincial Government. The gap between technology selection and human resource planning can lead to an excessive number of applications without optimizing maintenance and development. Therefore, this study emphasizes the importance of technology standardization in application development to support the government's digital transformation. The study presents a four-layer technology architecture design: front-end, middleware, back-end, and persistent. The classification of technology standards is divided into three levels: small, medium, and large, based on the number of users, transactions, and data. By standardizing, it is expected to increase the efficiency and effectiveness of application development, reduce development costs, increase team productivity, and optimize application quality. This study also highlights the relevance of implementing this architecture in the West Java Provincial Government environment, with reference to existing local regulations and policies. The results of the study indicate that this four-layer technology standardization can be an effective solution to overcome the challenges of government application development and support sustainable digital transformation
CFPChain: Optimalisasi Sistem Seleksi Pendanaan Riset BRIN Menggunakan Pendekatan Berbasis Konsorsium Blockchain Ramdhani, Taufik Iqbal; Faiza, Ninon Nurul; Wulandari, Marini; Nastiti, Arti Dian; Kurniawan, Hartanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.20241116676

Abstract

Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia, menyediakan sistem seleksi pendanaan riset. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi sistem seleksi pendanaan riset yang menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan interoperabilitas sistem seleksi pendanaan penelitian. Saat ini, sistem pendanaan penelitian yang menggunakan sistem terpusat memiliki kekurangan dalam hal keamanan dan interoperabilitas. Masalah utama yang dihadapi sistem saat ini adalah modifikasi data, akuntabilitas transparan, dan kurangnya interoperabilitas. Pendekatan blockchain dapat memecahkan masalah ini dengan menyediakan keamanan tinggi, kemampuan audit, dan integritas data. Penelitian ini menggunakan Hyperledger Fabric (HLF) sebagai platform blockchain karena efisiensi tinggi dan kemampuan keamanannya. Arsitektur sistem pendanaan penelitian menggunakan skenario bisnis, koleksi buku besar, dan kebijakan jaringan. Implementasi sistem ini dilakukan dengan memanfaatkan fitur-fitur blockchain seperti imutabilitas, auditabilitas, dan interoperabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan blockchain dalam sistem pendanaan penelitian dapat meningkatkan integritas data, memungkinkan audit yang jelas, dan memfasilitasi pertukaran data antar sistem. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam menyediakan arsitektur sistem yang aman, akuntabel, dan interoperabel untuk pendanaan riset dengan hasil peningkatan kemampuan keamanan dengan pengurangan kinerja secara minimal. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada keamanan dokumen dan kerahasiaan dalam sistem blockchain.