p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL BIOSAINSTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Biaya Percepatan Antara Kerja Lembur (Overtime) dengan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursing) Hi Yusuf, Rais D.; Suleman, Faldi
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.1382

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursing) serta membandingkan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) (Overtime)) dan panambahan tenaga kerja (Outaoursing). Data – data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data ini mengunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan penmabahan tenaga kerja (outsoursing) sedangakan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percapatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp.4.483.398.111,39 dengan penamabahan 1 jam kerja lembur dupatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.4.845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp.4.833.375.007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp.4.879.405.942,01.(2) pada penamabahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.8.827.937.302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp. 7.775.804.492,28 dan pada penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing dengan biaya sebesar Rp.7.869.075.740,50 (3) Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah di bandingankan biaya yang harus dikeluarkan apabiala mengalami keterlambatan dan kenakan denda.
Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dengan Metode HIRARC Hi Yusuf, Rais D.
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1642

Abstract

Kesadaran pekerja di perusahaan PT. Brantas Abipraya (persero) dalam menggunakan alat pelindung diri masih kurang, terkadang pekerja enggan memakai alat pelindung diri yang telah di sediakan oleh perusahaan di karenakan para pekerja merasa kurang nyaman atau tidak bebas dalam melakukan pekerjaannya. Dari permasalahan tersebut penulis menganggap perlu melakukan penilaian risiko menggunakan metode HIRARC yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu mengidentifikasi bahaya dan risiko, menilai risiko hingga pengendalian risiko. Jenis penelitian yang di lakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian Dari Identifikasi potensi bahaya (hazard) yang terdapat pada lokasi proyek ditemukan 26 hazard diantaranya 6 rating high, 6 rating medium serta 14 rating low, penilaian risiko dengan penilaian likelihood, severity dan risk matriks dengan Standar AS/NZS 4320. Hazard yang mendapatkan rating high ialah terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pemasangan rangka atap baja, tergelincir pada area penggalian tanah, percikan api menimbulkan kebakaran pada pekerjaan instalasi listrik dan terjatuh dari perancah atau scaffolding pada tiga pekerjaan yaitu pekerjaan instalasi listrik, ducting atau tata udara dan pekerjaan hydrant. Rekomendasi pengendalian risiko dilakukan dengan pendekatan OHSAS 18001:2007 yang di pakai dalam Rating High ini yaitu Hirarki Pengendalian dengan Administrasi, Subtitusi, Perencanaan, Eliminasi Dan Alat Pelindung Diri (APD).