Untuk bisa mempelajari sesuatu pelajaran dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan cuma itu, guru perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Tujuan dari penerapan model pembelajaran SQ3R dalam membaca pemahaman adalah untuk peningkatan keterampilan membaca pemahaman melalui model pembelajaran SQ3R pada siswa kelas I UPT SD Negeri 38 Cumateh Kecamatan Koto XI Tarusan pada pelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik instrumen utama dan instrumen penunjang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri yang memiliki syarat, kemampuan mengumpulkan, menyeleksi, menilai, menyimpulkan dan menentukan data. Data tersebut dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa membaca pemahaman menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini ditandai dengan pencapaian skor rata-rata kelas 66,11% dengan ketuntasan belajar 6,61%. Hasil tersebut berada pada kualifikasi baik (B). Meskipun belum mencapai tarap keberhasilan yang ditargetkan, namun hasil yang dicapai pada siklus II mengalami sedikit peningkatan dibanding pada siklus I. Hal ini dapat dinilai dari nilai rata-rata kelas pada siklus I dari 56,44 menjadi 66,11 dan ketuntasan belajar 6,11%. Hasil belajar siswa membaca pemahaman pada siklus III mencapai rata-rata kelas 81,12 dengan ketuntasan belajar 100%. Hasil belajar siswa tahap ini berada pada kualifikasi sangat baik (SB). Adapun perbandingan hasil belajar siswa membaca pemahaman yang dimulai siklus I, II, dan III adalah sebagai berikut: Pratindakan pencapaian hasil 0%, Pelaksanaan siklus I pencapaian hasil 56,44%, Pelaksanaan siklus II pencapaian hasil 66,11%, Pelaksanaan siklus III pencapaian hasil 88,11%.