p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Furnace
Oediyani, Soesaptri
Jurusan Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Monitoring Flotasi Kolom dengan Menggunakan Kamera dengan Variasi Ukuran Partikel dan Laju Alir Udara terhadap Recovery Zulfani, Nadya; Oediyani, Soesaptri; Haryono, Didied
Jurnal Furnace Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Department of Metallurgical Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v5i1.16029

Abstract

Flotasi adalah proses pemisahan mineral berharga dengan pengotornya berdasarkan sifat permukaannya. Flotasi kolom merupakan flotasi yang tidak menggunakan agitasi secara mekanis pada prosesnya namun menggunakan prinsip counter current antara bijih dengan gelembung. Karakteristik gelembung, ukuran partikel, dan laju alir udara pada proses flotasi kolom merupakan variabel yang menentukan performa metalurgis. Interaksi antara gelembung dengan partikel hanya dapat diamati pada sumbu aksial (z). Selama ini proses flotasi diamati dengan machine vision yang tidak dapat mengamati proses flotasi pada arah sumbu aksial karena hanya dapat diamati sumbu x dan y (permukaan froth) dimana tidak terjadi interaksi proses pemisahan. Oleh karena itu, dilakukan monitoring flotasi kolom dengan kamera 960 fps beresolusi tinggi yang mampu mengamati proses pemisahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh ukuran partikel dan laju alir udara terhadap performa metalurgis yang dilihat dari besaran gas holdup. Penelitian dilakukan dalam flotasi kolom (tinggi kolom 150 cm, diameter 4,6 cm) dengan variasi proses laju alir udara 2,0-4,0 l/menit dengan interval 0,5 l/menit dan variasi ukuran partikel -80+100#; 100+140#; −140+200#; - 200#. Kolom flotasi diamati dengan kamera 960 fps pada ketinggian 50 cm guna didapatkan nilai gas holdup pada collection zone dari gambar yang diperoleh. Hasil dari video yang didapat diekstrak menjadi gambar lalu diolah dengan image processing. Semakin tinggi nilai gas holdup maka recovery juga semakin tinggi sampai titik tertentu lalu mengalami deviasi setelah terjadinya aliran turbulen. Pada laju alir 2-3 l/menit diperoleh aliran yang laminar sedangkan pada laju alir udara 3,5-4 l/menit aliran sudah menjadi turbulen. Gas holdup memiliki hubungan kecenderungan yang sama dengan recovery. Pada laju alir 2,5 l/menit gas holdup memiliki nilai tertinggi pada ukuran partikel sedang -140+200# sebesar 15,8 dan nilai recovery juga tertinggi pada ukuran -140+200# sebesar 85,6%.
Pengaruh Perbandingan TiO2 dan Reduktor Natrium Bikarbonat terhadap Pembentukan Tipe Fasa Natrium Titanat Yuliani, Ratna; Oediyani, Soesaptri; Suratman, Suratman
Jurnal Furnace Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Department of Metallurgical Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/furnace.v5i1.15864

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) merupakan senyawa yang mempunyai nilai jual yang tinggi. TiO2 ditemukan dalam mineral ulvite (Fe2TiO4) dengan kandungan 2-20% TiO2. Salah satu usaha untuk meningkatkan kadar TiO2 dari mineral ulvit dengan deposit pasir besi adalah melewati jalur pemanggangan alkali. Proses pemanggangan alkali bertujuan untuk membentuk senyawa natrium titanat dan natrium ferrat sebagai produk dari pemanggangan yang nantinya bersifat insoluble dan soluble. Variasi suhu yang digunakan adalah 900 dan 950°C, sedangkan untuk variasi rasio natrium bikarbonat antara lain, kebutuhan stoikiometri, ekses 20%, ekses 30%, ekses 50%, dan ekses 80%. Analisis mineralogi dan hasil percobaan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), sedangkan untuk analisis kimia menggunakan X-Ray Fluorosence (XRF). Dari serangkaian penelitian dan analisis terbentuk tipe senyawa natrium titanat (Na2TiO3) pada suhu terbaik 950°C saat keadaan stoikiometri. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ekses tidak memberikan dampak yang maksimal pada pembentukan tipe fasa natrium titanat.