This Author published in this journals
All Journal Diglosia
Ahmadi F., Yusep
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DAN EKSISTENSI GERAKAN LITERASI DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Permana, Aditya; Fauziya, Diena San; Ahmadi F., Yusep
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4638

Abstract

Banyaknya kekhawatiran pihak tertentu terhadap gerakan literasi yang selama ini telah dibangun terdampak pandemi menjadi dasar dalam penelitian ini. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelusuran mengenai strategi dan eksistensi gerakan literasi di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif melalui observasi dan dokumentasi. Observasi tidak hanya dilakukan melalui pengamatan langsung, tetapi juga melalui data sekunder dari laporan-laporan daring. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gerakan literasi tetap eksis di era pandemi meskipun mengalami perubahan bentuk/jenis. Gerakan ini dilakukan mulai dari tingkat kementerian, di antaranya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominformatika), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA); tingkat pemerintahan provinsi di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara; tingkat Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, bahkan hingga ke tingkat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), komunitas pegiat literasi dan bahkan orang tua. Gerakan literasi yang terjadi ini mayoritas mengalami perubahan dari tatap muka dan program membaca di tempat ke program dalam jaringan (daring), mulai dari pemberantasan hoaks sebagai upaya peningkatan literasi masyarakat, webinar keliterasian, layanan perpustakaan daring, bahkan sampai pada kegiatan sosial sebagai bentuk tindak lanjut dari implementasi hasil bacaan dan mendongeng menjadi bukti nyata terus berjalannya kegiatan literasi di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: literasi bahasa, covid-19, webinar, TBMThe many concerns of certain parties regarding the literacy movement that had been built so for were affected by the pandemic as the basis of this research. This paper aims to describe the search results regarding the strategies and existence of the literacy movement during Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive qualitative throught observation and documentation. Observation not only done throught direct observation, but also trought secondary data from online reports. The results obtained indicate that the literacy movement still exists in the pandemic era despite changing forms/types. This movement is carried out starting from the ministry level, including Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominformatika), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA); provincial government level including Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten and Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara; college level, both public and private, even to the level of Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), literacy activist communiies and even parents. The majority of literacy movements that occur are changing from face-to-face and on-site reading programs to online programs, ranging from foaxs eradication as an effort to increase public literacy, literacy webinars, online library services, and even social activities as a form of the follow-up the implementation of reading and storytelling becam clear evidence that literacy continued during the Covid-19 pandemic. Keywords: literacy, language, covid-19, webinar, TBM Â