This Author published in this journals
All Journal Diglosia
Saputri, Wiwil
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Humaniora, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONFLIK SOSIAL PADA MASYARAKAT SUBALTERN DALAM NOVEL “KARNAK” KARYA NAJIB MAHFUDZ : KAJIAN POSKOLONIAL Saputri, Wiwil; Mas'adi, M. Anwar
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i1.5248

Abstract

Kajian postkolonialisme mencoba membandingkan dua kelompok penjajah dengan terjajah. Spivak memiliki dua istilah untuk mengontrol masyarakat pascakolonial, diantaranya yaitu esensialisme dan esensialisme stategis. Tindakan subaltern banyak kita temui di lingkungan sehari-hari. Bahkan kebanyakan korban dari tindakan tersebut berasal dari kaum perempuan. Dengan latarbelakang tersebut, Spivak dengan tegas menolak adanya tindakan subaltern kepada orang lain terutama perempuan. Di dalam novel ini, ditemukan adanya tindakan subaltern kepada masyarakat Arab yang terjadi kepada kaum Ikhwanul Muslimin dan kaum revolusi di Mesir. Hasil penelitian menyebutkan bahwa gerakan Ikhwanul Muslimin merupakan suatu gerakan yang dilarang oleh pemerintah Mesir saat itu. Ikhwanul Muslimin memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan revolusi. Selain itu, adanya kekalahan perang antara Mesir dan Israel pada tahun 1960, adanya pengkhianatan, saling tuduh dan curiga serta tindakan balas dendam antara kaum Ikhwanul Muslimin dan kaum revolusi. Masyarakat menerima banyak penderitaan seperti; disiksa, ditangkap, tidak dapat untuk menyuarakan pendapatnya karena mereka memiliki perbedaan keyakinan dengan pemerintah.