Ulinuhayani, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Goatweed Flower Extract (Ageratum conyzoides L.) as A Botanical Insecticide for Pest Control Crocidolomia binotalis Z. Nurhidayat, Setia P.; Rusdi, Nurul; Ulinuhayani, Muhammad; Singgih, Bambang; Triono, Budi
PLANTA TROPIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v12i2.16425

Abstract

Crocidolomia binotalis Z. is an important cabbage plant pest in Indonesia. Nevertheless, pest control strategies depend on synthetic pesticides, negatively impacting ecosystems.Therefore, developing an effective organic pesticide approach to controlling C. binotalis is necessary. This research aimed to test the effectiveness of goatweed flower extract (Ageratum conyzoides L.) in controlling pest C. binotalis. The research consisted of two sets of experiments with two methods: the stomach and contact poison. Each experimental set was arranged in a completely randomized design (CRD) with three replications. The treatments were six levels of extract concentration at 0%, 15%, 30%, 45%, 60%, and 75%. The results showed that the application of A. conyzoides flower extract using the stomach and contact poison methods significantly increased the percentage of larval mortality 24 hours after application (haa) and the percentage of total larval mortality. The flower extract treatment of A. conyzoides significantly reduced the percentage of leaf area eaten, increased larval mortality, inhibited pupation and imago emergency, and shortened the larval stage's duration. The percentage of larval mortality through contact poison was higher than stomach poison.
Pengaruh Variasi Ukuran Bulbil terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Vegetatif Porang (Amorphophallus muelleri Blume) pada Tanah Masam Ulinuhayani, Muhammad; Singgih, Bambang; Nurhidayat, Setia Permana; Rusdi, Nurul; Triono, Budi
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81016

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanaman umbi-umbian yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan. Jenis ini tumbuh optimal pada tanah humus berpasir dengan pH normal dan kaya akan unsur hara. Sementara, masalah utama kondisi sebagian besar tanah di Indonesia merupakan tanah masam yang kering dan miskin unsur hara. Bibit yang berasal dari umbi bulbil secara ekonomi dianggap menguntungkan karena lebih murah, efisien dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan pertumbuhan vegetatif porang dengan berbagai ukuran bulbil yang ditanam pada tanah masam yang telah diberi kapur. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang divariasikan adalah bulbil dengan diameter kecil 0,6 - 1,5 cm (1 gr), diameter sedang 1,6 - 2,5 cm (4 gr), dan diameter besar 2,6 - 3,5 cm (10 gr). Media semai berupa tanah yang diambil di sekitar lokasi penelitian dicampur dengan kapur dengan perbandingan tanah: kapur (1:10). Parameter yang diukur adalah viabilitas, pertumbuhan tinggi batang, dan diameter batang. Perhitungan viabilitas dilakukan pada 4 minggu setelah semai sedangkan tinggi dan diameter batang dilakukan pada 9 minggu setelah semai. Variasi ukuran bulbil tidak berpengaruh terhadap viabilitas tanaman porang, namun bulbil dengan ukuran besar cenderung memiliki viabilitas lebih tinggi mencapai nilai 100%. Perlakuan variasi ukuran bulbil berpengaruh nyata terhadap tinggi dan diameter batang (p<0,05). Umbi besar menghasilkan diameter tinggi dan lebar paling optimal yaitu tanaman kedua memiliki tinggi 62,27 cm dan lebar 1,6 cm sedangkan umbi kecil menghasilkan batang terendah yaitu tinggi 9,2 cm dengan lebar 0,27 cm dengan diameter.