Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Karakteristik Pasien Dan Jenis Dermatitis Kontak Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin Rsud Majalengka Aghata Shaumafitri Azzahra; Maya Tejasari; Deis Hikmawati
Jurnal Riset Kedokteran Volume 4, No.1, Juli 2024, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v4i1.3687

Abstract

Abstract. Contact dermatitis is a skin disease caused by exposure to substances that are both irritants and allergens, divided into Irritant Contact Dermatitis (ICD) and Allergic Contact Dermatitis (ACD). Contact dermatitis is influenced by endogenous factors such as age, gender, lesion location, history of atopy, genetics and exogenous factors such as work. This study aims to determine the characteristics of patients and types of contact dermatitis at the Skin and Venereology Polyclinic at Majalengka Regional Hospital. This research is a descriptive study with a cross sectional design. The sampling technique was carried out by total sampling with a total of 399 patients. Data was obtained from medical records in the form of patient characteristics, namely age, gender, occupation, lesion location and diagnosis of ACD or ICD. The research results showed that contact dermatitis was mostly found in the early adolescent age group (17-25) (10.8%). The majority were female (63.4%). The job most often found in Housewives (IRT) (27.6%). The most common lesion locations occurred in the hand area (35.1%). There were 284 (71.2%) cases of patients diagnosed with ACD and 115 (28.8%) cases of ICD. Abstrak. Dermatitis kontak adalah penyakit pada kulit yang disebabkan oleh paparan zat baik yang bersifat iritan dan alergen, terbagi menjadi Dermatitis Kontak Iritan (DKI) dan Dermatitis Kontak Alergi (DKA). Dermatitis kontak dipengaruhi oleh faktor endogen seperti usia, jenis kelamin, lokasi lesi, riwayat atopi, genetik dan faktor eksogen seperti pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dan jenis dermatitis kontak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 399 pasien. Data diperoleh dari rekam medis berupa karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi lesi dan didiagnosis DKA atau DKI. Hasil Penelitian menunjukan dermatitis kontak terbanyak ditemukan pada kelompok usia Remaja awal (17-25) (10,8%). Mayoritas jenis kelamin perempuan (63,4%). Pekerjaan yang paling sering ditemukan pada Ibu Rumah Tangga (IRT) (27,6%). Lokasi lesi paling banyak terjadi di daerah tangan (35,1%). Ditemukan kasus pasien yang diagnosis DKA sebanyak 284 (71,2%) dan kasus DKI sebanyak 115 (28,8%).
Karakteristik Manifestasi Klinis Pasien dengan Dermatitis Kontak di RSUD Cibabat Karina Dinda Azzahra; Maya Tejasari; Deis Hikmawati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11077

Abstract

Abstract. Abstract. Contact Dermatitis is an inflammatory skin disease caused by contact exposure to allergens and irritants. Irritant Contact Dermatitis (DKI) is a complex reaction caused by intrinsic (genetic) and extrinsic (environmental) factors. Allergic Contact Dermatitis (DKA) is an immune reaction of the skin to one or more allergens that come into contact with the skin. In 2017, it is estimated that there were around 1090 people with cases of occupational skin disease, of which 79% were contact dermatitis. The aim of this study was to determine the characteristics of clinical manifestations of patients with contact dermatitis. The design of this research was an analytical observational study with a cross-sectional design conducted at the Cibabat District Hospital with a total of 137 patients. Data was obtained from medical records in the form of type of exposure and clinical manifestations and a diagnosis of DKA or DKI. The results of the study showed that the most common clinical manifestations were itching (80.29%) and redness (62.77%) compared to stinging (37.23%), burning (26.28%) and dry skin ( 24.82%). The conclusion of this study is that the majority of patients experience itching and redness as clinical manifestations of contact dermatitis. This is caused by the effects of the release of cytokines and irritation of the skin which causes inflammation and manifests in patient complaints. Abstrak. Dermatitis Kontak merupakan penyakit inflamasi kulit yang disebabkan oleh paparan kontak alergen dan iritan. Dermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan reaksi kompleks yang disebabkan oleh faktor intrinsik (genetik) dan extrinsik (lingkungan). Dermatitis Kontak Alergi (DKA) merupakan reaksi kekebalan kulit terhadap satu atau lebih alergen yang bersentuhan dengan kulit. Pada tahun 2017 diperkirakan terdapat sekitar 1090 orang dengan kasus penyakit kulit akibat kerja dimana 79% nya merupakan dermatitis kontak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik manifestasi klinis pasien dengan dermatitis kontak. Desain penelitian ini adalah penelitian analitic observational dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di RSUD Cibabat dengan total subyek yang didapatkan adalah 137 pasien. Data diperoleh dari rekam medis berupa jenis paparan dan manifestasi klinis dan didiagnosis DKA atau DKI. Hasil penelitian menunjukan bahwa manifestasi klinis yang paling banyak terjadi adalah rasa gatal (80,29%) dan kemerahan (62,77%) dibandingkan dengan rasa perih (37,23%), rasa terbakar (26,28%) dan kulit kering (24.82%). Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar pasien mengalami rasa gatal serta kemerahan sebagai manifestasi klinis dari penyakit dermatitis kontak. Hal ini disebabkan oleh efek dari dilepaskannya sitokin serta irirtasi pada kulit yang menyebabkan inflamasi dan bermanifestasi terhadap keluhan pasien.