Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pijat Oksitoksin terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas 2-7 Hari Triveni, Triveni; Fitri, Sri Ramadhani; Rahayu, Zikra Afri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1071

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu – satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada awal – awal kehidupannya. Pengeluaran ASI merupakan rangsangan yang sangat kompleks antara saraf dan bermacam-macam hormone. Agar produksi ASI berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitoksin terhadap pengeluaran ASI di Klinik Smile Mom and Baby Spa Kota Padang Panjang. Study ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan pada bulan Agustus 2022 – April 2023 di Klinik Smile Mom and Baby Spa. Analisis data yang digunakan adalah paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitoksin berpengaruh bermakna terhadap produksi ASI ibu postpartum dengan nilai P = 0.000. Rerata nilai peningkatan produksi ASI adalah 8,25 cc. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitoksin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING DI ASIA TENGGARA : META ANALISIS Fitri, Sri Ramadhani
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 1 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i1.647

Abstract

​​ The problem of stunting (short children) is one of the nutritional problems faced by the world, especially in poor and developing countries. Stunting is a health problem because it is associated with the risk of morbidity and mortality. In 2017, 22.2% or around 150.8 million children under five in the world were stunted. The purpose of this study is to find out what are the determinants of stunting in Southeast Asia using the Meta-analysis research method with analysis of fixed effects models and random effects models. An observational research study site from International articles located in Southeast Asia from 2000-2022. Journals were collected using data based: Google Scholar, Pubmed, Springer Link and Science Direct. The results of the identification of articles were obtained as many as 24 relevant articles entered the meta-analysis stage. The results showed that family income OR 3.26 (95% CI: 1.77-599), LBW OR 2.70 (95% CI: 2.09-3.49), Mother's education OR 1.94 (95% CI : 1.44-2.63) and environmental sanitation OR 1.71 (95% CI: 1.54-1.89). The most influential variable on the determinants of stunting in Southeast Asia is the family income variable. One of the efforts that can be done is to prioritize health promotion with attractive and easily understood media by the public, thereby increasing public awareness of stunting prevention and control efforts
Pijat Oksitoksin terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas 2-7 Hari Triveni, Triveni; Fitri, Sri Ramadhani; Rahayu, Zikra Afri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1071

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu – satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada awal – awal kehidupannya. Pengeluaran ASI merupakan rangsangan yang sangat kompleks antara saraf dan bermacam-macam hormone. Agar produksi ASI berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitoksin terhadap pengeluaran ASI di Klinik Smile Mom and Baby Spa Kota Padang Panjang. Study ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan pada bulan Agustus 2022 – April 2023 di Klinik Smile Mom and Baby Spa. Analisis data yang digunakan adalah paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitoksin berpengaruh bermakna terhadap produksi ASI ibu postpartum dengan nilai P = 0.000. Rerata nilai peningkatan produksi ASI adalah 8,25 cc. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitoksin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
Hubungan Asupan Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur Fitri, Sri Ramadhani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.551

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya stunting adalah asupan makanan yang tidak adekuat, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Penelusuran artikel ilmiah dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Science Direct pada rentang tahun 2015–2020. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kritis dan disintesis secara naratif untuk mengidentifikasi hubungan asupan makanan dengan kejadian stunting. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menemukan adanya hubungan antara asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita. Asupan protein dan zat gizi mikro, seperti zat besi, seng, dan vitamin A, berperan lebih signifikan dibandingkan asupan energi total. Selain itu, pemberian ASI eksklusif, keragaman pangan, dan pola asuh makan yang baik berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting. Perbedaan temuan antarpenelitian dipengaruhi oleh karakteristik subjek, kondisi sosial ekonomi, dan metode pengukuran asupan gizi. Dapat disimpulkan bahwa kualitas asupan makanan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan kualitas gizi, edukasi gizi keluarga, serta optimalisasi pemenuhan gizi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.