Madya, Efi Brata
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Pembinaan Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Dakwah Madya, Efi Brata
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.678 KB) | DOI: 10.37064/ai.v7i1.7545

Abstract

Dalam pelaksanaan dakwah, baik dakwah yang dikelola oleh sebuah lembaga maupun dakwah yang dilakukan oleh orang perorangan, persiapan atau mempersiapkan tenaga da’i mutlak perlu. Maksudnya, da’i sebagai orang yang menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u (sasaran dakwah) haruslah bekerja secara profesional sesuai bidang tugasnya. Berdasarkan argumen inilah, maka penempatan da’i yang berkualitas atau profesional adalah hal yang mutlakdilakukan. Hal itu disebabkan karena berdakwah tidak bisa dilakukan hanya sekedar sambil lalu. Sebelum dakwah dilaksanakan perlu dibuat persiapan yang matang, termasuk penempatan orang-orang yang tepat sesuai bidang keahliannya masing-masing. Sebab tidak mungkin seseorang untuk menuliskan tulisan (pesan) Islami jika ia tidak berkompeten sebagai seorang penulis. Sama halnya tidak mungkin disuruh seseorang untuk berceramah sementara ia tidakberkompeten sebagai seorang muballigh. Dengan demikian, dibutuhkan personil-personil yang profesional untuk ditempatkan pada tempat yang sesuai, dibutuhkan kompetensi setiap personil.untuk menjalankan tugas yang diembankan kepadanya. Tidak terkecuali seorang da’i, ia harus memilikikompetensi untuk menjalankan tugasnya dalam berdakwah. Berari pula bahwa berdakwah seharusnya dikelola secara profesional oleh tangan-tangan profesional pula. Profesionalisme terkadang tidak akan serta merta didapatkan oleh suatu lembaga ketika ia merekrutnya. Apalagi lembaga yang dimasuki seseorang yang direkrut tadi masih asing baginya, tentu ia butuh adaptasi dan pembinaan. Adaptasi dan pembinaan-sekalipun dapat berjalan secara alamiahseiring dengan waktu berjalan, tetapi tentu akan tidak sebaik apabila ia dibina atau dikader. Pembinaan melalui serangkaian kegiatan-kegiatan, seperti pelatihan, praktek langsung, dan upaya-upaya lainnya akan jauh lebih cepat membawa seseorang ke arah profesional, ketimbang berlangsung secara alamiah, yang sudah pasti di sana-sini banyak kendala, baik internal maupun eksternal, yang mungkin dihadapi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN DAKWAH MASJID TAQWA KAMPUNG DADAP DALAM MENGELOLA AKTIVITAS KEAGAMAAN Aisyah, Citra; Madya, Efi Brata; Haikal, Fachran
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 12, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ai.v12i1.23546

Abstract

Manajemen pada awalnya, muncul dan berkembang di kalangan bisnis, industri dan militer.Dalam perkembangan selanjutnya manajemen masjid sangat bermanfaat dan amatdibutuhkan, dalam menjalankan pengelolaan masjid dibutuhkan manajemen untukmencapai tujuan yang diinginkannya dalam organisasi tersebut, sehingga masjid dapatberkembang dan maju dari segi pelayanan sesuai dengan keinginan jama’ahnya. Penelitianini memfokuskan kajiannya pada imarah masjid yaitu tentang pengelolaan kegiatan dakwahdi masjid Taqwa Kampung Dadap. Masjid Taqwa merupakan masjid yang aktif dalammelakukan kegiatan dakwah dibandingkan dengan masjid lainnya yang memperhatikan darisegi kualitas maupun kuantitas. Adapun kegiatan dakwah masjid ini meliputi: Pertama,Majelis Taklim Ibu-ibu. Kegiatan ini dilakukan satu kali seminggu tepatnya pada hari RabuBa’da Maghrib. Kedua, Pengajian Bapak-bapak. Kegiatan ini dilakukan satu kali seminggutepatnya pada hari Jum’at Ba’da Maghrib. Ketiga, Tabligh Akbar dalam rangkamemperingati hari besar Islam. Keempat, Qiro’ah yang dilaksanakan setiap pagi subuh.Kelima, Liqo’ kegiatan ini dilakukan setiap Ba’da Ashar. Program-program dakwah yangtelah dilaksanakan di Masjid Taqwa sudah melalui tahap perencanaan terlebih dahulu,dimana BKM Masjid Taqwa membuat program dengan melihat dan mengikuti prosesperencanaan sesuai dengan teori manajemen yaitu menetapkan tujuan, merumuskankeadaan saat ini, mengidenifikasi segala kemudahan dan hambatan, serta mengembangkanrencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.