Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari Akuntansi Pertanggungjawaban, Sistem Akuntansi Keuangan, dan Tata Kelola Pemerintahan yang baik terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bandung. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggabungkan metodologi verifikatif dan deskriptif. Kuesioner didistribusikan kepada 30 personil SKPD untuk mengumpulkan data. Korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk mengevaluasi validitas data, sementara koefisien Cronbach's Alpha digunakan untuk menilai reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan verifikatif, serta uji regresi linier berganda, untuk mengevaluasi dampak dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Akuntansi Pertanggungjawaban memiliki dampak positif yang substansial terhadap kinerja SKPD, sedangkan Sistem Akuntansi Keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil uji F menunjukkan bahwa model regresi yang memasukkan ketiga variabel independen secara statistik signifikan dalam kemampuannya menjelaskan variabilitas kinerja SKPD. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kinerja SKPD secara substansial dipengaruhi oleh Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Akuntansi Pertanggungjawaban, sedangkan Sistem Akuntansi Keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja SKPD dengan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan sistem akuntansi pertanggungjawaban yang efektif