Proses produksi tahu di Desa Tropodo menggunakan plastik sebagai bahan baku pembakaran pada proses oemasakan tahu. Penggunaan plastik ini memberikan dampak buruk bagi masayarakat dan lingkungan karena proses pembakaran plastik yang tidak sempurna dapat menghasilkan senyawa-senyawa berbahaya seperti CO, CO2, dan lain-lain. Senyawa-senyawa tersebut apabila terhirup oleh manusia akan menggangu kesehatan dan menyebabkan masalah pernapasan, dapat menyebabkan iritasi pada mata, dan meracuni tubuh secara tidak langsung karena asap yang dihasilkan dapat tersebar dan tidak terlihat sehingga dapat terbawa masuk kedalam tubuh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan modifikasi dengan rancang bangun cerobong pembakaran pada pabrik tahu menggunakan adsorben. Penambahan adsorben pada cerobong asap berfungsi untuk menyerap zat-zat berbahaya yang terdapat dalam asap pembakaran. Pada rancang bangun ini akan digunakan karbon aktif sebagai adsorben. Karbon aktif adalah bahan yang memiliki struktur pori yang kompleks dan sangat heterogen. Karbon aktif memiliki beberapa keunggulan dibandingkan adsorben lainnya yaitu memiliki kemampuan adsorpsi yang tinggi karena luas permukaan yang tinggi, mempunyai struktur mikropori, dan reaktivitas yang sangat tinggi. Dilakukan pula penambahan exhaust fan diujung cerobong asap tungku pembakaran yang berfungsi menghisap udara yang mengandung zat terkontaminasi dan membantu mengalirkannya agar melewati tray beradsorben. Dilakukan perhitungan jumlah adsorben yang dibutuhkan untuk mengadsorpsi senyawa-senyawa yang keluar selama proses pembakaran pada pemasakan tahu yaitu CO, CO2, C2H4, CH4, C2H2, dan HCl sebesar 35,69 kg yang diletakkan pada tiga tray dengan luas 800 cm2.