KKualitas suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh perencanaan yang memuat tiga parameter penting, yaitu biaya, waktu, dan mutu. Dengan demikian, penjadwalan merupakan salah satu aspek penting yang perlu direncanakan, terlebih bagi proyek yang memiliki bobot pekerjaan yang besar. Penjadwalan proyek umumnya dibuat secara deterministik, yaitu dengan prediksi durasi yang tepat. Namun, faktanya suatu proyek konstruksi pasti memiliki risiko yang muncul akibat ketidakpastian karena sifat sebuat proyek yang unik, dinamis, dan cenderung kompleks. Oleh karena itu, penjadwalan suatu proyek konstruksi harus direncanakan dengan memperhitungkan ketidakpastian melalui penjadwalan probabilistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penjadwalan probabilistik dengan mengambil studi kasus pada Proyek Pembangunan Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey yang didasarkan pada tiga parameter durasi, yaitu durasi optimis, most likely, dan pesimis menggunakan metode Program Evaluation Review Technique (PERT) dan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini didasarkan oleh historical info dari expert dalam memberikan estimasi durasi masing-masing pekerjaan. Data tersebut kemudian akan diolah untuk memperoleh total durasi probabilistik penyelesaian proyek, persentase probabilitas penyelesaian proyek, dan mengidentifikasi aktivitas yang paling sering berada pada lintasan kritis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pekerjaan struktur Tower Aubrey Apartemen Grand Shamaya, didapatkan durasi dengan rentang probabilitas 1% sampai 100% adalah 293 sampai dengan 327 hari, dimana durasi rata-rata (mean) dengan probabilitas penyelesaian 50% adalah 304 hari. Kemudian, durasi rencana proyek yang dibuat secara deterministik memiliki tingkat probabilitas penyelesaian sebesar 97,93% menggunakan metode PERT dan 99,85% menggunakan simulasi Monte Carlo. Hal ini berarti durasi rencana proyek masuk dalam rentang probabilitas penyelesaian. Adapun aktivitas yang sering berada pada lintasan kritis dari hasil simulasi adalah pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran balok dan kolom pada Zona 2 serta aktivitas yang memiliki sensitivitas tertinggi ada pada pekerjaan lantai 37 sampai dengan lantai 39.