This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Akbar, Izzat Aulia
Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Prediksi Siswa Dropout pada MOOC Menggunakan Metode Stacking Super Learner dalam Lingkungan Komputasi Berkinerja Tinggi Rahmi, Mery Yulinda; Djunaidy, Arif; Akbar, Izzat Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.129115

Abstract

Permasalahan utama di berbagai platform MOOC (massive open online course), yaitu tingginya tingkat dropout yang bahkan dapat mencapai 91%–93%. Hal ini tentu berdampak terhadap profitabilitas bisnis MOOC. Oleh sebab itu, diperlukan model prediksi siswa dropout pada MOOC untuk memungkinkan adanya intervensi pencegahan dropout. Namun, besarnya ukuran data siswa MOOC membuat proses pemodelan tersebut memerlukan komputasi yang tinggi. Dengan melihat permasalahan tersebut, maka penelitian ini membangun model prediksi menggunakan metode stacking yang mutakhir, yakni Super Learner, dan dikomputasikan secara paralel menggunakan GPU atau CPU dalam lingkungan komputasi berkinerja tinggi. Pembelajar dasar yang menyusun model Super Learner meliputi Logistic Regression, KNN, SVM, Naïve Bayes, Random Forest, dan XGBoost, sedangkan meta-learner yang dieksperimenkan adalah NNloglik (non-negative binomial likelihood maximization) dan AUC-maxim (AUC maxi-mization). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Super Learner dengan meta-learner AUC-maxim maupun NNloglik berhasil mengungguli kinerja model pembelajar dasar dan model yang menggunakan metode stacking lainnya, yaitu Stacked Generalization. Kedua model tersebut mencapai skor F1 secara berurutan sebesar 0,90139 dan 0,90126. Di samping itu, ditemu-kan bahwa paralelisasi GPU pada percobaan ini menghasilkan speedup komputasi hingga 2,4–23,3 kali lebih unggul daripada paralelisasi pada CPU.