Penentuan harga lahan merupakan suatu masalah yang cukup pelik di berbagai suatu daerah. Hal tersebut karena, seringkali penentuan harga lahan ditentukan berdasarkan faktor ataupun pengaruh yang jelas/pasti keberadaannya sebagai tolak ukur suatu harga lahan. Penggunaan dan kegiatan atas lahan dapat mengubah nilai suatu lahan yang memiliki dampak terhadap suatu harga lahan. Semenjak ditetapkannya kawasan penelitian Desa kuta menjadi salah satu desa yang berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika pada tahun 2014, Desa Kuta diduga mengalami ledakan harga lahan yang dapat dibilang sangat signifikan. Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan di kawasan penelitian ini memberikan dampak pada dinamisnya pasar lahan di kawasan setempat. Penelitian ini direalisasikan untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait apa saja yang mempengaruhi dinamika harga lahan sejak pertama kali dicetuskannya kebijakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai KEK Pariwisata sejak tahun 2014 hingga sekarang, sekaligus menentukan faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi dinamika harga lahan dari hasil identifikasi di kawasan penelitian Desa Kuta yang merupakan salah satu di antara Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika. Penelitian ini memiliki dua tahapan analisis, di antaranya: metode Delphi dan metode skala likert. Luaran atau hasil akhir dari penelitian ini ditemukan empat faktor prioritas yang menyebabkan dinamika harga lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika (Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah) berdasarkan hasil penilaian para stakeholders/expert. Faktor-faktor tersebut antara lain zoning regulations, jumlah lahan yang tersedia, manfaat lahan dan daya beli. Faktor zoning regulations dan jumlah lahan yang tersedia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ledakan harga lahan di kawasan penelitian Desa Kuta.