Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di Kota Surabaya mengakibatkan kebutuhan terhadap lahan semakin tinggi. Namun masih terdapat lahan yang tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga banyak ditemui lahan yang dibiarkan begitu saja. Lahan tersebut dapat dikembangkan dengan cara membangun properti komersial yang dapat memberikan produktivitas tertinggi. Salah satu lahan seluas 3.739 m2 yang belum dimanfaatkan dengan baik terletak di Jalan Basuki Rahmat No.80-82, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Lahan tersebut terletak di daerah pusat kota yang berpotensi untuk dikembangkan. Lingkungan disekitar lahan tersebut terdapat Mall Tunjungan Plaza, Hotel Bumi Surabaya, Wyndham Hotel, Gand Dafam Hotel, Trillium Residence Apartemen, Grand Shamaya Apartemen, Gedung Bumi Mandiri, Graha Pacific Surabaya, dan sebagainya yang berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Metode yang digunakan adalah highest and best use yang bertujuan untuk menghasilkan produktivitas tertinggi terhadap penggunaan lahan yang sesuai dengan peruntukan kawasan tersebut. Penentuan jenis properti yang akan dikembangkan pada sebidang lahan sangat berpengaruh pada nilai lahan. Analisis highest and best use meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan aspek produktivitas maksimum. Aspek legal untuk menganalisis zonasi dan kode bangunan; aspek fisik menganalisis ukuran dan bentuk lahan, utilitas, aksesibilitas, dan desain awal alternatif; aspek finansial menganalisis biaya investasi, pendapatan properti, pengeluaran properti, aliran arus kas, dan Net Present Value (NPV); dan aspek produktivitas maksimum untuk menentukan alternatif properti yang memberikan nilai lahan tertinggi. Dari hasil penelitian didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu perkantoran, hotel, dan apartemen. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan sebagai properti komersial hotel merupakan alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti komersial hotel memiliki nilai lahan sebesar Rp 60.028.554,98/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 172% dari nilai lahan awal.