This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Budhi, Ameera Qonita
Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember SUrabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Mitigasi Risiko Rantai Pasok dengan Metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic pada Industri Bahan Kimia Pelentur Plastik Budhi, Ameera Qonita; Vanany, Iwan
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131456

Abstract

PT X merupakan industri yang bergerak pada bidang pembuatan liquid atau cairan yang bernama Dioctyl Phthalate (DOP) dan Diisononyl Phthalate (DINP) yang merupakan bahan baku plastik atau PVC. Saat ini PT X dalam penerapan manajemen risikonya menggunakan ISO tabel14000, dan ISO 9000 yang mana framework ini dirasa masih kurang sesuai bagi PT X dikarenakan meskipun telah menerapkan mitigasinya, masih terdapat tingkat risiko yang tinggi dalam hasil skoringnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic. House of Risk digunakan untuk menentukan peringkat risiko beserta mitigasinya, sedangkan fuzzy logic digunakan dalam perhitungan severity dan occurrence. Didapatkan 22 kejadian risiko yang berpengaruh dalam proses supply chain perusahaan. Identifikasi kejadian risiko ini terbagi pada masing-masing proses bisnis yaitu 6 kejadian risiko di proses plan, 4 kejadian risiko di proses source, 10 kejadian risiko di proses make, dan 2 kejadian risiko di proses deliver. Selain itu terdapat 53 agen risiko, yaitu 12 agen risiko di proses plan, 9 agen risiko di proses source, 44 agen risiko di proses make, dan 6 agen risiko di proses deliver. Setelah dilakukan perhitungan FARP dan dilakukan perankingan, didapatkan 3 agen risiko prioritas yaitu A9 (perubahan jadwal produksi supplier), A44 (target produksi tidak tercapai), dan A5 (persediaan bahan baku kurang). Pada HOR 2 diberikan 8 usulan strategi mitigasi. Berdasarkan diagram pareto, strategi mitigasi yang menjadi prioritas yaitu P1 (melakukan perhitungan re order point).