Industri pulp dan kertas nasional memiliki prospek yang cukup cerah di masa depan, dan berpeluang untuk terus berkembang. Hal ini antara lain didukung oleh prospek permintaan meningkat pada kertas kemasan (packaging). Proses produksi kertas merupakan suatu rangkaian proses yang merubah fibrous feedstocks menjadi pulp. Pada produksi pulp menggunakan metode organosolv terdapat lima tahapan proses yaitu pre-treatment, pulping process, washing and separation, dan ethanol recovery. Proses pertama yaitu pre-treatment dilakukan untuk mereduksi ukuran bahan baku utama yaitu tandan kosong kelapa sawit. Selanjutnya dilakukan proses pulping menggunakan ethanol dalam digester bertekanan 15 atm. Kemudian dilakukan tahap pencucian dan pemisahan slurry pulp dengan filtrat berupa larutan lignin. Lalu pulp akan dikeringkan menggunakan tray dyer sebelum dimasukan pada tangki penampung produk berupa pulp. Pabrik pulp dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, Riau. Kawasan tersebut dipilih dikarenakan ketersediaan bahan baku yang amat melimpah di daerah tersebut (luas lahan kelapa sawit terluas di Riau dan terdapat banyak pabrik CPO), ketersediaan air melimpah, sumber energi listrik cukup memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan dilandaskan hukum serta topologi daerah yang memadai jika dibangun pabrik di daerah tersebut. Adapun, dari hasil analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 18,48%, POT 7 tahun, dan BEP 57,76%. Jika dilihat secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik pulp dari tandan kosong kelapa sawit menggunakan metode organosolv ini layak untuk didirikan.