Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Program Menjahit LKP Anita di Kota Serang Yusriyah, Wanda; Ravena, Aliyah
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.072 KB) | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.216

Abstract

Artikel ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pada program pelatihan menjahit di LKP ANITA Kota Serang dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui, mengukur ataupun menilai: 1) Context program yang meliputi kesesuaian antara kebutuhan peserta didik dengan pelatihan yang disediakan dan tercapai atau tidaknya tujuan LKP ANITA. 2) Input program yang meliputi meliputi komponen peserta didik, instruktur, kurikulum, materi pelatihan, pendanaan, sarana dan prasarana. 3) Process program yang meliputi seluruh kegiatan dan aktivitas peserta didik, instruktur, strategi pembelajaran dan partisipasi peserta didik selama proses pelatihan berlangsung. 4) Product program yang meliputi kesesuian kualitas produk dengan yang diharapkan penyelenggara, dampak dan manfaat yang dirasakan peserta didik setelah mengikuti program tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawncara dan dokumentasi. Informan yang digunakan dianataranya yaitu penyelenggara, instruktur dan peserta didik. Hasil evaluasi menunjukan bahwa context program yang diselenggarakan LKP Anita sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan antara peserta didik dengan LKP Anita selaras. Input program yang dilakukan LKP ANITA sudah baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Process selama pelatihan menjahit terlaksana dengan baik, lancara dan cukup efisien. Kualitas product, manfaat serta dampak yang dirasakan peserta didik sudah sesuai dengan apa yang diinginkan LKP ANITA dan peserta didik. Kesimpulan evaluasi Context, Input, Process dan product LKP ANITA sudah baik, hanya saja LKP ANITA kurang memaksimalkan sosialisasi program dan penggunaan papan tulis atau proyektor akan lebih membantu peserta didik dalam memahami materi perhitungan.
Evaluasi Program Menjahit LKP Anita di Kota Serang Yusriyah, Wanda; Ravena, Aliyah
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.216

Abstract

Artikel ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pada program pelatihan menjahit di LKP ANITA Kota Serang dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui, mengukur ataupun menilai: 1) Context program yang meliputi kesesuaian antara kebutuhan peserta didik dengan pelatihan yang disediakan dan tercapai atau tidaknya tujuan LKP ANITA. 2) Input program yang meliputi meliputi komponen peserta didik, instruktur, kurikulum, materi pelatihan, pendanaan, sarana dan prasarana. 3) Process program yang meliputi seluruh kegiatan dan aktivitas peserta didik, instruktur, strategi pembelajaran dan partisipasi peserta didik selama proses pelatihan berlangsung. 4) Product program yang meliputi kesesuian kualitas produk dengan yang diharapkan penyelenggara, dampak dan manfaat yang dirasakan peserta didik setelah mengikuti program tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawncara dan dokumentasi. Informan yang digunakan dianataranya yaitu penyelenggara, instruktur dan peserta didik. Hasil evaluasi menunjukan bahwa context program yang diselenggarakan LKP Anita sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan antara peserta didik dengan LKP Anita selaras. Input program yang dilakukan LKP ANITA sudah baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Process selama pelatihan menjahit terlaksana dengan baik, lancara dan cukup efisien. Kualitas product, manfaat serta dampak yang dirasakan peserta didik sudah sesuai dengan apa yang diinginkan LKP ANITA dan peserta didik. Kesimpulan evaluasi Context, Input, Process dan product LKP ANITA sudah baik, hanya saja LKP ANITA kurang memaksimalkan sosialisasi program dan penggunaan papan tulis atau proyektor akan lebih membantu peserta didik dalam memahami materi perhitungan.
POLA PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA TANGERANG Ravena, Aliyah; Musyafa Ridha, Arini Rizqi; Rosmilawati, Ila
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 01 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v2i01.391

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat warga binaan pemasyarakatan dibina. Seluruh warga binaan berhak dan memilih hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada khalayak umum tentang bagaimana pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang dilakukan serta mampu membawa persepsi positif kepada para pembaca untuk tidak mendiskriminasikan para mantan narapidana setelah terjun ke dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pembinaan kepribadian dan kemandirian adalah dua bagian dari program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang. Pembinaan kepribadian ditunjukkan untuk membina kepribadian para warga binaan pemasyarakatan agar menjadi peribadi yang lebih baik, bertanggung jawab dan menjadi warga negara yang baik sedangkan pembinaan kemandirian ditunjukkan sebagi modal untuk para warga binaan pemasyarakatan dalam bekerja atau membuka usaha sehingga setelah masa tahanan mereka selesai. Pembinaan kepribadian berupa kegiatan kebugaran jasmani, kegiatan rohani, kegiatan peduli lingkungan, dan layanan komunikasi. Sedangkan pembinaan kemandirian berupa kegiatan pelatihan diantaranya sulam pita, sulam benang, merajut, menjahit, salon, dan tata boga.